kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Eximbank Catat Potensi Transaksi Ekspor US$ 7,3 Juta di TEI 2026, Kopi Jadi Andalan


Kamis, 22 Oktober 2026 / 12:45 WIB
Eximbank Catat Potensi Transaksi Ekspor US$ 7,3 Juta di TEI 2026, Kopi Jadi Andalan
ILUSTRASI. NULL (ANTARAFOTO/Budi Candra Setya)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku usaha yang didukung oleh Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatatkan potensi transaksi ekspor sebesar US$ 7,3 juta di acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Total nilai tersebut berasal dari lima peluang transaksi produk Indonesia yang terjalin antar eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Potensi transaksi terbesar berasal dari komoditas kopi dengan nilai mencapai US$ 7 juta untuk tujuan Belanda dan Amerika Serikat. Selain itu, terdapat potensi ekspor teh senilai US$ 23.000 ke Malaysia dan Jerman, serta produk home decor senilai US$ 250.000 ke Kanada.

Baca Juga: JTrust Bank Buka Suara soal Volatilitas Saham BCIC

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Maria Sidabutar mengatakan TEI menjadi momentum bagi eksportir nasional untuk menjangkau calon pembeli global sekaligus membuka akses ke pasar ekspor baru.

“Potensi transaksi yang tercipta menunjukkan bahwa produk Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang besar di pasar internasional. Indonesia Eximbank akan terus memperkuat perannya sebagai mitra pertumbuhan eksportir melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, jasa konsultasi, serta perluasan akses pasar internasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).

Untuk memperluas akses pasar, LPEI bersinergi dengan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi peluang pasar, menjaring calon pembeli potensial, serta mempertemukan eksportir dengan pembeli yang sesuai dengan karakteristik produknya.

Selain mempertemukan eksportir dengan calon pembeli, LPEI menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Lembaga National Single Window (LNSW) untuk menyediakan konsultasi ekspor.

Adapun selama pameran, tercatat lebih dari 300 sesi konsultasi terkait pembiayaan ekspor, kepabeanan, dan perdagangan internasional.

Baca Juga: Survei BI: Penyaluran Kredit Baru Diprediksi Meningkat pada Kuartal IV-2026

Di samping itu, capaian yang diraih oleh pelaku usaha tersebut menunjukkan peluang besar untuk produk-produk Indonesia di pasar global.

Selain itu, momentum ini juga membuka peluang penetrasi ke sejumlah pasar ekspor baru yang sebelumnya belum digarap secara optimal oleh pelaku usaha binaan LPEI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×