CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Garap sektor pariwisata, Mandiri Tunas Finance tawarkan pinjaman dana travel


Minggu, 08 Desember 2019 / 16:47 WIB
Garap sektor pariwisata, Mandiri Tunas Finance tawarkan pinjaman dana travel
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance (MTF), Jakarta, Rabu (5/12). Garap sektor pariwisata, Mandiri Tunas Finance menawarkan pinjaman dana travel.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ragam upaya dilakukan perusahaan multifinance dalam menyalurkan pembiyaan ke sektor pariwisata. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) misalnya mengarap sektor ini dengan menyediakan produk pembiayaan multiguna bertajuk dana travel.

Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo menyatakan produk ini bisa digunakan oleh para konsumen dengan mengagunkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Adapun tenornya bisa hingga tiga tahun.

“Saat ini MTF juga lagi penjajakan dengan beberapa travel. Namun masih belum final. Adapun risiko untuk pembiayaan ke sektor pariwisata sama seperti pembiayaan multiguna lainnya,” ujar Harjanto kepada Kontan.co.id pada Jumat (6/12).

Baca Juga: OJK minta multifinance salurkan pembiayaan Rp 6 tiliun ke sektor pariwisata

Kendati demikian, Harjanto menyebut realisasi pembiayaan multiguna untuk pariwisata masih kecil. Sebab di MTF kebanyakan pembiayaan multiguna banyak digunakan konsumen untuk modal UMKM dan renovasi rumah.

Anak perusahaan PT Bank Mandiri Tbk ini telah menyalurkan pembiayaan multiguna senilai Rp 1,5 triliun. Nilai ini tumbuh 68,54% year to date dari realisasi pembiayaan multiguna pada Desember 2018 senilai Rp 896 milliar.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta para pelaku industri multifinance meningkatkan pembiayaan ke sektor pariwisata. Hal ini guna meningkatkan geliat sektor ini, tak tanggung-tanggung regulator meminta penyaluran ke sektor ini mencapai Rp 6 triliun di 2020.

Baca Juga: Dorong sektor pariwisata, BNI Multifinance salurkan pembiayaan senilai Rp 9,5 miliar




TERBARU

Close [X]
×