kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.783   88,26   1,55%
  • KOMPAS100 751   16,01   2,18%
  • LQ45 570   13,11   2,35%
  • ISSI 200   1,61   0,81%
  • IDX30 323   7,42   2,35%
  • IDXHIDIV20 397   8,29   2,13%
  • IDX80 85   1,85   2,22%
  • IDXV30 108   1,57   1,48%
  • IDXQ30 104   1,97   1,94%

Harga Longsor, Emiten Perbankan Kompak Buyback


Kamis, 02 Juli 2026 / 12:27 WIB
Harga Longsor, Emiten Perbankan Kompak Buyback
ILUSTRASI. Tiga bank besar seperti BBHI, BBCA, dan BMRI menggelar buyback saham triliunan rupiah. Namun, harga sahamnya masih lesu (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten dari sektor perbankan melancarkan aksi pembelian kembali alias buyback saham di tengah lesunya pergerakan harga.

Terbaru, ada PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang melaporkan rencananya melakukan buyback senilai maksimal Rp 200 miliar. Perkiraannya, buyback ini bakal dilakukan dalam periode 1 Juli - 1 September 2026.

Manajemen Allo Bank menjelaskan bahwa buyback ini merupakan upaya untuk menjaga stabilitas harga saham agar lebih mencerminkan kinerja bank. Selain itu, langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental emiten. 

Baca Juga: Likuiditas Ketat: Perbankan Ramai Terbitkan Obligasi

"Sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," tulis manajemen Allo Bank di keterbukaan informasi, Selasa (30/6/2026). 

Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026), saham BBHI parkir di harga Rp 935. Posisi ini mencerminkan pelemahan harga sebesar 37,25% sejak awal tahun (year-to-date/ytd).

Sejatinya, aksi buyback telah lebih dulu ditempuh dua emiten big banks, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Nilainya pun tak main-main, mencapai triliunan rupiah.

Rinciannya, BBCA menggelar buyback dengan nilai maksimal Rp 5 triliun dalam periode 12 Maret 2026 - 11 Maret 2027, sementara BMRI melakukan buyback dengan nilai sebesar-besarnya Rp 1,17 triliun. 

Namun, harga keduanya sejatinya masih parkir di zona merah. Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026), harga saham BBCA ditutup di Rp 5.820 atau merosot 27,86% ytd, pun saham BMRI parkir di Rp 3.930 atau longsor 22,94% ytd.

 

Kendati begitu, setidaknya keduanya telah berhasil meninggalkan titik terendahnya. Mengingatkan saja, tahun ini BBCA sempat menyentuh harga termurah dalam lima tahun terakhir di Rp 4.850 dan BMRI sempat terkapar ke harga termurah dalam tiga tahun terakhir di Rp 3.710 pada 8 Juni 2026 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×