kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Harga saham bank digital sudah kemahalan, Guru Besar UI: saya tidak berani membeli


Kamis, 04 November 2021 / 01:12 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan registrasi di aplikasi Bank Jago, Minggu (18/4)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/18/04/2021.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait bank umum yang di dalamnya mencakup bank digital sudah resmi berlaku. OJK tidak memberikan aturan secara khusus bagi bank digital karena menurut pandangan regulator semua bank pada akhirnya akan digital. “Bank is bank,” tegas  Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana beberapa waktu lalu.

Dengan kata lain, metode penilaian valuasi bank seharusnya tak jauh berbeda. Baik bank digital maupun konvensional.

Budi Frensidy, Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia (UI) menjelaskan, ciri utama bank digital lebih mengandalkan teknologi informasi daripada sumber daya manusia dan jumlah cabang daripada SDM dan jumlah cabang. Saat ini semua bank besar sudah mengarah ke sana.

Sehingga semua akan jadi bank digital pada waktunya. Dengan begitu, Budi memandang metode penilaian valuasi bank tidak akan berbeda  signifikan.

"Bank kecil yang mengklaim sebagai bank digital itu kemahalan. Sehingga saya tidak  berani membeli. Potential gain bank kecil yang price to book value  di atas lima kali sudah tak sesuai dengan downside risikonya," tegas Budi, Selasa (2/11).  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×