kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Hingga Juli, pembiayaan alat berat Buana Finance telah mencapai Rp 529 miliar


Senin, 02 September 2019 / 17:40 WIB

Hingga Juli, pembiayaan alat berat Buana Finance telah mencapai Rp 529 miliar
ILUSTRASI. Buana Finance


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pembiayaan atau multifinance catatkan peningkatan yang cukup signifikan untuk pembiayaan alat berat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Juli 2019 pembiayaan alat berat berjumlah Rp 36,9 triliun. Jumlah tersebut meningkat 4,34% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 35,4 triliun.

Baca Juga: Pembiayaan alat berat Mandiri Tunas Finace turun 55,7% hingga Juli 2019

Peningkatan pembiayaan alat berat juga dialami PT Buana Finance Tbk. Corporate Secretary Buana Finance Ahmad Kaetami mengatakan, pembiayaan alat berat Buana Finance per Juli 2019 sebesar Rp 529 miliar. 

Jumlah tersebut tumbuh 12% bila dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu sebesar Rp 471 miliar.

"Sejauh ini perusahaan untuk meminimalisir resiko pembiayaan sektor alat berat, dengan pertumbuhan yang diimbangi pengelolaan resiko, menjalin lebih kuat hubungan dan kerja sama dengan seluruh partner bisnis atau supplier dan peningkatan kinerja SDM," kata Ahmad kepada Kontan.co.id, Senin (2/9).

Sektor yang menjadi fokus Buana Finance adalah sektor konstruksi, pertambangan, perkebunan dan kehutanan.

Baca Juga: Defisit BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp 77,9 triliun pada 2024 bila iuran tak naik

Tahun ini, Buana Finance menargetkan total pembiayaan sebesar Rp 3,2 triliun, sebanyak Rp 1,1 triliun diantaranya dari pembiayaan alat berat. Ahmad yakin, tahun ini target akan tercapai.

"Tahun 2018 Buana Finance tengah melakukan pembenahan sehingga lebih fokus di Internal dulu seperti antara lain flow kerja dan SOP, sedangkan tahun 2019 dirasakan sudah siap dan ditambah kondisi ekonomi cukup baik dan sustainable," jelas dia.

Di semester II, secara umum Ahmad menilai tidak ada tantangan pembiayaan sektor alat berat. Namun, harus lebih selektif dan harus lebih hati-hati dengan terus mengikuti pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di sektor yang terkait untuk dibiayai.

Baca Juga: Syukurlah, OJK akhirnya akan bentuk lembaga penyelesaian sengketa fintech


Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tendi
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0025 || diagnostic_web = 0.1846

Close [X]
×