kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Jamkrida Sumbar Catatkan Aset Senilai Rp 466 Miliar pada Agustus 2026


Senin, 05 Oktober 2026 / 20:23 WIB
Jamkrida Sumbar Catatkan Aset Senilai Rp 466 Miliar pada Agustus 2026
ILUSTRASI. Jamkrida, Jamkrida Sumbar (NULL/STF)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri penjaminan masih menghadapi tekanan dari sisi pertumbuhan aset hingga Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset industri penjaminan turun sebesar 5,17% year on year (YoY) menjadi Rp 46,30 triliun.

Di tengah kondisi ini, Direktur Utama PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatra Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli menilai aset industri penjaminan masih berpeluang membaik pada kuartal IV-2026.

Menurutnya, peluang perbaikan aset datang seiring dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan di sektor produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjelang akhir tahun.

Selain itu, momentum akhir tahun biasanya membuat aktivitas pembiayaan dan penjaminan juga ikut meningkat.

Baca Juga: Ini Strategi Jamkrida Sumbar untuk Meningkatkan Kinerja Imbal Jasa Penjaminan

"Sehingga dapat memberikan ruang bagi pertumbuhan volume bisnis dan pada akhirnya mendukung perbaikan aset industri," ujarnya kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Di sisi lain, Ibnu juga mengungkapkan sentimen lain yang bisa memengaruhi perbaikan aset industri. Salah satunya adalah kebutuhan pembiayaan di sektor produktif,  khususnya UMKM seperti Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai program pemerintah dan perbankan dalam mendorong pembiayaan ekonomi daerah.

Peluang perbaikan juga datang dari realisasi proyek pemerintah pada akhir tahun seiring dengan penyelesaian proyek belanja modal APBN/APBD. Momentum ini bisa menjadi peluang bagi perbankan untuk mengoptimalkan kredit terkait pembiayaan bagi kontraktor seperti Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMKK).

Adapun terkait kinerja, PT Jamkrida Sumbar telah membukukan aset sebesar Rp 466 miliar per Agustus 2026.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Menilai Lonjakan Rasio Klaim Tekan Profitabilitas Industri Penjaminan

Untuk mendorong pertumbuhan aset di kuartal IV-2026, ada sejumlah strategi yang disiapkan perusahaan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan penjaminan pada sektor produktif , terutama penjaminan yang berkaitan dengan KMKK, penjaminan suretybond, dan Kontra Bank Garansi.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penguatan analisis penjaminan dan mitigasi risiko dalam mengelola portofolio penjaminan baru untuk menghindari lonjakan klaim dan memperkuat pengelolaan. Digitalisasi juga dilakukan dalam proses penjaminan dengan mitra agar bisa mendukung skala penjaminan yang lebih besar dan efektif. 

Melalui upaya tersebut, Jamkrida Sumbar berharap pertumbuhan aset bisa sejalan dengan peningkatan profitabilitas dan kesehatan perusahan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Selektif Lakukan Penjaminan Sektor Produktif Saat NPL UMKM Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×