kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kembangkan bisnis, Citifin utang Rp 50 miliar


Selasa, 14 Juli 2015 / 10:31 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Modal Citifin Multifinance Syariah makin tebal. Perusahaan multifinance yang fokusnya ke kendaraan roda empat bekas ini memperoleh pinjaman dari PT Bank Muamalat Tbk untuk membiayai aktivitas pengembangan usaha pembiayaan.

Presiden Direktur Citifin Multifinance Syariah, Ishak Herdiman menjelaskan, pinjaman yang diterima dari Bank Muamalat sebesar Rp 50 miliar. Dengan demikian, total pinjaman existing Citifin kepada Bank Muamalat sebesar Rp 125 miliar.

Rencananya, Citifin akan mengajukan pinjaman lagi ke Bank Muamalat sebesar Rp 50 miliar. Harapannya, utang baru tersebut bisa cair pada dua sampai tiga bulan mendatang. Di sepanjang tahun ini, Citifin membutuhkan dana Rp 500 miliar untuk membiayai kegiatan bisnisnya.

"Sejauh ini telah terpenuhi sekitar 65%," ujar Ishak, Senin (13/7). Selain mengandalkan pendanaan dari Bank Muamalat, perusahaan ini juga mencari sumber dana dari perbankan lainnya.

Beberapa perbankan yang menjadi mitra Citifin adalah BNI Syariah, Bank Panin Syariah, BJB Syariah, Bank Kalsel Syariah, BNI dan Bank Syariah Mandiri. Lini bisnis Citifin belum banyak perubahan. Perusahaan belum tertarik menggarap pembiayaan kendaraan roda empat baru.

Segmen pasar yang dibidik oleh Citifin adalah kendaraan roda empat yang usianya antara lima sampai 15 tahun. Plafon pinjaman yang diberikan oleh Citifin kepada nasabah sekitar Rp 65 juta sampai Rp 75 juta.

Corporate Secretary and Treasury Manager Citifin Multifinance Syariah, M. Yulian Ma'mun mengatakan, realisasi penyaluran pembiayaan di semester pertama mencapai Rp 145 miliar, baru 29% dari target tahun ini yakni Rp 500 miliar. Meski pembiayaan Citifin masih seret, Yulian optimistis bisa mencapai target tahun ini. Caranya dengan memperluas jaringan baru.

Tahun ini, Citifin akan membuka dua outlet baru di Jawa Timur dan Jawa Barat. Sampai Juni 2015, nilai aset Citifin tercatat Rp 540 miliar, naik dari akhir Mei Rp 505 miliar. Sedangkan jumlah pembiayaan outstanding Citifin tembus Rp 485 miliar. Citifin juga berencana menjaga rasio kredit macet alias non performing financing (NPF) sebesar 2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×