kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.580   27,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kredit Macet UMKM Citibank Kuartal I Capai Rp 1,77 T


Rabu, 02 Juni 2010 / 08:13 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sejumlah bank asing menghadapi kenaikan kredit macet pada kuartal I 2010 ini. Kredit macet yang didominasi oleh kartu kredit itu memaksa bank melakukan write off (hapus buku).

Di Citibank Indonesia, pada kuartal I 2010 kredit macet UMKM Citibank mencapai Rp 1,77 triliun. Angka ini naik 22,92% dibandingkan periode yang sama 2009 sebesar Rp 1,44 triliun. Kenaikan kredit macet ini juga berpengaruh pada naiknya Non Performing Loan (NPL) net Citibank dari 2,05% pada kuartal pertama 2009 menjadi 2,31% kuartal I 2010. Kredit macet ini membuat CKPN Citibank membengkak jadi Rp 3,2 triliun.

"Kalau porsi penyaluran kreditnya meningkat, wajar saja kredit macet akan meningkat pula," ujar Country Business Manager Citibank Indonesia Tigor Siahaan. Pada kuartal I 2010, Citibank menyalurkan 52,85% dari total kredit atau Rp 13,09 triliun ke sektor UMKM. Angka ini naik dari kuartal I 2009 sebesar 49,67% atau Rp 12,97 triliun.

Tigor membantah kenaikan kredit macet ini berasal dari debitur KTA. Ia bilang, angka itu murni dari UMKM. "KTA itu dari perorangan sementara UMKM adalah perusahan kecil dan menegah," tambahnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×