kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kuartal III, laba HD Capital turun 76%


Selasa, 10 November 2015 / 19:57 WIB
Kuartal III, laba HD Capital turun 76%


Reporter: Mona Tobing | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Laba PT HD Capital Tbk jatuh pada kuartal III tahun ini. Perusahaan mengalami penurunan laba hingga 76,8%. Laba yang terkoreksi terjadi karena indeks harga saham gabungan (IHSG) yang jatuh dan menyeret perolehan laba HD Capital.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, laba HD Capital kuartal III sebesar Rp 982,2 juta, turun dibandingkan kuartal III tahun 2014 senilai Rp 4,26 miliar.

Kondisi ini terjadi karena pendapatan usaha perusahaan juga jatuh hingga 60% menjadi Rp 8,87 miliar pada kuartal 3 2015 dari posisi sama tahun 2014 senilai Rp 20,76 miliar.

Antony Kristanto, Direktur Utama HD Capital menjelaskan, kondisi kuartal tiga ini begitu berat. Perusahaan sekuritas kesulitan untuk fokus dalam kondisi pasar modal yang jatuh. Apakah harus memperbanyak jumlah investor atau meningkatkan transaksi.

"Sementara banyak investor yang enggan untuk bertransaksi, mereka cenderung wait and see," tandas Antony pada Selasa (10/11).

Meski kuartal 3 ini tekanan di pasar modal cukup berat, sebenarnya laba HD Capital secara kuartal mengalami kenaikan nominal. Meskipun jika dibandingkan secara tahunan terjadi penurunan tajam. Misalnya, pada kuartal 2 laba HD Capital sebesar Rp 620,86 juta turun dari Rp 1,45 miliar pada kuartal 2 2014.

Hingga akhir tahun, perusahaan memproyeksi laba masih bertahan pada kondisi kuartal III. Asumsinya, sekalipun indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai rebound namun belum ada sentiment positif dalam negeri yang mengairahkan investor untuk bertransaksi.

"Misalnya, suku bunga acuan turun ini stimulus yang baik untuk mengairahkan kembali pasar," tandas Antony.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×