kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.878   53,00   0,30%
  • IDX 6.476   74,04   1,16%
  • KOMPAS100 837   7,58   0,91%
  • LQ45 637   4,60   0,73%
  • ISSI 227   4,91   2,21%
  • IDX30 356   2,48   0,70%
  • IDXHIDIV20 433   3,19   0,74%
  • IDX80 96   0,79   0,83%
  • IDXV30 120   1,52   1,28%
  • IDXQ30 113   0,90   0,80%

Laba Seabank Capai Rp 749 Miliar pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 53%


Selasa, 18 Agustus 2026 / 13:47 WIB
Laba Seabank Capai Rp 749 Miliar pada Semester I-2026, Kredit Tumbuh 53%
ILUSTRASI. Kontan - Seabank Adv Online (DOK/Seabank)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) berupaya menjaga kinerja pada semester I-2026. Bank digital ini membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 749,26 miliar, seiring dengan pertumbuhan aset dan penyaluran kredit.

Berdasarkan laporan keuangan pada semester I-2025, SeaBank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 274 miliar dengan laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 214 miliar.

Total aset SeaBank hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 52,97 triliun. Sementara itu, kredit yang disalurkan tumbuh signifikan sebesar 53,1% secara tahunan menjadi Rp 39,81 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut berasal dari kombinasi penyaluran secara langsung (direct lending), kolaborasi dengan ekosistem digital, serta kemitraan strategis.

Baca Juga: Digitalisasi Perbankan Syariah Perlu Didorong, Tantangan Legacy System Jadi Sorotan

Meski ekspansi kredit cukup agresif, SeaBank berupaya menjaga kualitas aset. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) gross sebesar 1,65%, masih berada di bawah batas maksimum 5% yang ditetapkan regulator.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) SeaBank mencapai Rp 41,80 triliun atau tumbuh 47,6% year-on-year (yoy). Struktur pendanaan juga didominasi oleh dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) yang mencapai Rp 29,10 triliun. Dengan demikian, rasio CASA terhadap total DPK mencapai 69,6%.

Direktur Utama SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan, kinerja semester I-2026 menunjukkan strategi bisnis bank digital yang berfokus pada kebutuhan nasabah dan integrasi ekosistem berjalan sesuai dengan arah yang ditetapkan.

“Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Sasmaya dalam keterangan resminya, Kamis (13/8/2026).

Dari sisi efisiensi, SeaBank mencatatkan Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 21,1%. Sementara itu, tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 3,9%.

Pertumbuhan bisnis SeaBank juga ditopang oleh ekspansi basis pengguna. Hingga akhir semester I-2026, jumlah nasabah SeaBank telah mencapai 35 juta pengguna.

Aktivitas transaksi nasabah juga terus meningkat. Sepanjang Juni 2026, SeaBank mencatatkan rata-rata lebih dari 16,8 juta transaksi per hari, dengan volume perputaran uang harian mencapai sekitar Rp7,1 triliun.

Baca Juga: Literasi Tinggi, Inklusi Pergadaian Masih Rendah di 2026

SeaBank juga terus memperluas akses layanan melalui jaringan fisik. Pada Mei 2026, SeaBank meresmikan kantor cabang di Medan, Sumatera Utara.

Kantor tersebut menjadi kantor cabang kesembilan SeaBank di Indonesia. Kehadiran cabang di Medan ditujukan untuk memperluas akses layanan perbankan, termasuk kepada masyarakat yang belum terlayani perbankan (unbanked), sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Sumatera Utara.

“Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara,” kata Sasmaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU

[X]
×