kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.679   35,74   0,63%
  • KOMPAS100 733   5,57   0,77%
  • LQ45 557   4,21   0,76%
  • ISSI 198   1,08   0,55%
  • IDX30 316   1,61   0,51%
  • IDXHIDIV20 389   -0,24   -0,06%
  • IDX80 83   0,60   0,73%
  • IDXV30 106   -0,43   -0,41%
  • IDXQ30 102   0,23   0,23%

MA memperkukuh payung hukum Uang Elektronik


Kamis, 07 Desember 2017 / 19:04 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memastikan peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai uang elektronik masih berlaku. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) telah menolak uji materil yang diajukan atas peraturan ini. 

Rosalina Suci, Kepala Departemen Hukum BI bilang, dengan keputusan MA tersebut, maka penggunaan uang elektronik di jalan tol dan untuk beberapa keperluan seperti bansos tidak melanggar aturan.

"Dengan keputusan MA ini, maka penggunaan uang elektronik tidak bertentangan dengan Undang-Undang Mata Uang," kata Suci ketika konferensi pers, Kamis (7/12).

Sebelumnya, Normansyah (41) dan Tubagus Haryo Karbyanto (48) menggugat Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 16/8/PBI/2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 Tentang Uang Elektronik.

Melalui kuasa hukum Forum Warga Kota jakarta (FAKTA), keduanya mengajukan permohonan keberatan atas aturan uang elektronik tersebut ke Mahkamah Agung melalui permohonan judicial review.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta sekaligus kuasa hukum pemohon, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, semenjak ada aturan itu, berbagai fasilitas publik seperti jalan tol dan Transjakarta menolak transaksi tunai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×