kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mandiri Berharap Right Issue Desember 2010


Jumat, 23 Juli 2010 / 21:43 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Bank Mandiri mengharapkan rights issue bisa digelar pada Desember 2010 atau selambatnya pada Februari 2011. Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini menuturkan izin rights issue Mandiri sudah disetujui oleh Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Perekonomian. Setelah itu, pemerintah akan membawanya ke DPR untuk mendapatkan izin.

"Jika semua lancar, kami berharap bisa dilaksanakan pada Desember 2010 atau kalau sedikit molor maka diharap bisa Februari 2011. Range timeline-nya Desember atau Februari 2011," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bank Mandiri di Jakarta, Jumat (23/7).

Namun, dia masih enggan mengungkap berapa potensi nilai yang bisa diraup Mandiri dari aksi korporasi tersebut. Direktur Keuangan Mandiri Pahala N. Mansyuri bilang, angka yang sempat muncul yakni Rp 7 triliun sampai dengan Rp 8 triliun merupakan angka perkiraan berdasarkan nilai saham Mandiri ketika itu. "Makanya, angkanya berubah-ubah tergantung harga saham," terangnya.


Sembari menunggu proses di Komite Privatisasi tuntas dan berlanjut ke Senayan, menurut Zulkifli manajemen terus memberikan laporan serta audit kondisi perseroan untuk persiapan rights issue tersebut. "Secara paralel akan kami terus lapor," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Menneg BUMN Said Didu mengungkapkan, di level Komite Privatisasi sudah kelar tinggal formalitas penentuan penggunaan dana hasil rights issue nanti. Apakah khusus digunakan untuk menambah modal atau ditambah untuk keperluan lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×