kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.702   58,64   1,04%
  • KOMPAS100 737   8,81   1,21%
  • LQ45 558   5,02   0,91%
  • ISSI 199   2,06   1,05%
  • IDX30 316   2,20   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,42   0,11%
  • IDX80 84   0,86   1,04%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,39   0,38%

Maret, Bank Jabar Banten rampungkan akuisisi 3 BPR


Kamis, 26 Januari 2012 / 12:35 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BRI hari ini Selasa 9 Februari, cek sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/10/2020.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) menargetkan bisa merampungkan akusisi tiga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada Maret 2012. "Ketiganya berlokasi di Garut, Cianjur, dan Subang," kata Managing Director BJBR Entis Kushendar, Kamis (26/1).

Entis menuturkan, akusisi BPR dapat mendorong peningkatan kredit mikro BJBR. Per Desember 2011, kredit mikro BJBR sebesar Rp 3 triliun dari total portofolio kredit sebesar Rp 27 triliun. Dengan akuisisi BPR, BJBR berharap dapat mendorong peningkatan kredit mikro menjadi Rp 6 triliun.

Corporate Secretary BJBR Adang Ahmad Kunandar menambahkan, hingga akhir tahun ini pihaknya mengincar akusisi 10 BPR. Selain ketiga daerah yang telah disebutkan, wilayah lain yang dibidik BJBR adalah Majalengka, Indramayu, Bogor, dan Bekasi. Total dana yang disiapkan BJBR mencapai Rp 50 miliar.

"Tapi sekarang fokusnya baru tiga dulu, karena itu yang sudah dapat izin dari Bank Indonesia. Ketiga BPR tersebut adalah BPR Warung Pondang di Cianjur, BPR Garut Kota di Garut, dan BPR Jalan Sagak di Subang," papar Adang.

Menurutnya, untuk mengakusisi BPR, sebelumnya BPR-BPR di suatu lokasi harus dimerger terlebih dulu. Seperti di Subang, dari lima BPR digabung menjadi 1 BPR, lalu BJBR pun melakukan penyertaan modal di situ.

Sebenarnya di BPR-BPR tersebut pihak BJBR sudah memiliki modal penyertaan. Tapi porsinya masih sedikit, yaitu 15%. "Nanti dengan akuisisi ini, kami mau tingkatkan menjadi 51% supaya jadi pemegang saham mayoritas," jelas Adang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×