Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam hal integrasi antar sektor dan pemerataan akses pembiayaan. Padahal, permintaan terhadap produk dan layanan berbasis syariah terus meningkat dan tidak lagi terbatas pada makanan atau gaya hidup, tetapi sudah merambah ke sektor kesehatan, pendidikan, hingga layanan komunitas.
Kondisi ini mendorong perbankan untuk tidak sekadar menawarkan produk pembiayaan, tetapi ikut membangun keterhubungan dalam ekosistem halal. PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui Unit Usaha Syariah (UUS) mulai mengarah ke model tersebut, dengan fokus pada integrasi layanan keuangan di berbagai sektor.
Direktur UUS Maybank Indonesia, Romy Buchari mengatakan, tantangan utama pengembangan ekonomi syariah saat ini adalah kurangnya konektivitas antar pelaku usaha dalam rantai nilai.
“Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling terhubung. Kami mencoba menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi secara menyeluruh,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (16/4).
Baca Juga: Allianz Syariah dan Maybank Indonesia Luncurkan MyProtection Amanah
Salah satu implementasi pendekatan ini terlihat di sektor kesehatan. Bank tidak hanya menyalurkan pembiayaan ke institusi, tetapi juga menyediakan layanan yang mencakup kebutuhan operasional, seperti pengelolaan payroll, transaksi harian, hingga akses pembiayaan bagi karyawan dan individu dalam ekosistem tersebut.
Dengan model ini, institusi kesehatan tidak hanya memperoleh pendanaan, tetapi juga sistem keuangan yang lebih terintegrasi untuk menjaga keberlanjutan operasional.
Pendekatan serupa mulai diperluas ke sektor lain seperti pendidikan dan food & beverage (F&B), serta layanan berbasis komunitas. Integrasi ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya tahan ekosistem terhadap perubahan kebutuhan pasar.
Romy menilai, penguatan konektivitas antar sektor juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk masuk dalam rantai nilai ekonomi syariah. Selain itu, langkah ini dinilai sejalan dengan penerapan prinsip keberlanjutan, khususnya dari sisi dampak sosial.
“Ke depan, penguatan ekosistem halal bukan hanya soal ekspansi bisnis, tetapi juga bagaimana layanan keuangan bisa lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata dia.
Di tengah persaingan industri perbankan syariah yang kian ketat, strategi integrasi ekosistem ini menjadi salah satu cara bank untuk memperluas basis nasabah sekaligus memperdalam penetrasi di sektor riil.
Baca Juga: Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Melonjak 92,9% pada 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













