kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45900,82   11,02   1.24%
  • EMAS1.333.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Melihat Perkembangan Bisnis Bank-Bank di Bawah Kendali Investor Korea


Minggu, 08 Januari 2023 / 21:03 WIB
Melihat Perkembangan Bisnis Bank-Bank di Bawah Kendali Investor Korea
ILUSTRASI. Bank KB Bukopin - kilas online


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekspansi investor Korea Selatan (Korsel) di Indonesia semakin pesat. Tidak hanya sektor elektronik dan otomotif, tetapi juga sektor-sektor lain, termasuk perbankan.

Kini ada enam bank di Tanah Air dikendalikan investor Korsel. Kehadiran bank-bank ini terutama difokuskan melayani perusahaan-perusahaan Korsel yang berbisnis di Indonesia dan juga seluruh rantai pasoknya.

Keenamnya adalah PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) yang dikendalikan Kookmin Bank dengan kepemilikan 67%, PT Bank KEB Hana Indonesia yang dikendalikan KEB Hana Bank dengan porsi 69%, PT Bank Woori Saudara Tbk (SDRA) yang dimiliki Woori Bank dengan porsi 79,8%.

Baca Juga: Sambangi Dubai, Bank Mandiri Ajak Pekerja Migran Indonesia Berwirausaha

PT Bank Shinhan Indonesia yang 99% dikuasai Shinhan Bank, PT IBK Indonesia Tbk (AGRS) digengam IBK dengan kepemilikan 91,24%, dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) yang 92,5% sahamnya dikuasai Apro Financial.

Secara umum perkembangan bisnis bank milik investor Korsel ini cukup menggembirakan. Bukopin yang sempat bermasalah dan menjadi perhatian regulator tiga tahun lalu mulai mencatatkan perbaikan fundamental setelah dikendalikan Kookmin sejak 2020.

Sejak itu, Kookmin terus melakukan penambahan modal untuk membantu bank ini lepas dari masalah utamanya yakni tingginya kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Di awal 2023, bank berkode saham BBKP itu kembali memproses penambahan modal lewat rights issue. 

Dalam dua tahun terakhir, Bukopin fokus melakukan perbaikan pada kualitas asetnya dengan menjual aset bermasalah secara bulsales, sambil mulai menyalurkan kredit baru ke perusahaan Korean Linked dan supplai chainnya. 

Baca Juga: Ada IKNB Tak Penuhi Aturan Free Float

Sepanjang 2022, KB Bukopin sudah berhasil menjual Rp 5,4 triliun kredit bermasalah. Alhasil, loan at risk KB (LAR) perseroan secara nilai telah turun menjadi Rp 10 triliun sehingga per September 2022 rasio LAR turun jadi 52,8% dari 65,4% pada periode sama 2021. 

Seng Hyup Shin Direktur Keuangan Bukopin mengatakan, penjualan kredit bermasalah itu masih akan dilanjutkan sehingga akhir tahun bisa jadi bank bersih. Jika per September 2022, NPL bank ini masih 8,75%, di akhir 2022 sudah turun jadi 7,6% dan pada akhir 2023 ditargetkan akan di bawah 5%.

"Fundamental KB Bukopin sudah menunjukkan perbaikan. NIM terus meningkat dan tahun ini diproyeksi akan naik signifinan. Minus laba sebelum biaya provisi (PPOP) sudah turun signifikan. PPOP ditargetkan akan positif tahun ini dan perolehan laba bersih ditargetkan pada 2024," katanya baru-baru ini.




TERBARU

[X]
×