kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.070   70,00   0,39%
  • IDX 5.796   -145,25   -2,44%
  • KOMPAS100 766   -19,47   -2,48%
  • LQ45 578   -10,78   -1,83%
  • ISSI 201   -4,84   -2,35%
  • IDX30 328   -5,96   -1,78%
  • IDXHIDIV20 406   -5,81   -1,41%
  • IDX80 87   -1,91   -2,15%
  • IDXV30 111   -2,48   -2,18%
  • IDXQ30 106   -1,76   -1,63%

Meski rawan bencana, pasar asuransi gempa di Indonesia masih mini


Jumat, 10 Agustus 2018 / 18:39 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dilintasi dua lempeng tektonik, Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup rawan gempa. Namun kesadaran untuk proteksi aset melalui asuransi diakui masih angin-anginan.

Asuransi yang memberikan perlindungan atas bencana gempa bumi memang tak dijual secara umum. Melainkan menempel pada produk asuransi lain. Misalnya asuransi properti yang proteksi utamanya adalah asuransi kebakaran. Sehingga untuk memperoleh proteksi dari bencana alam seperti gempa bumi, nasabah mesti mambayar lebih.

Direktur PT Asuransi Sinar Mas Dumasi MM Samosir menyebut penetrasi asuransi  masih terbilang kecil di Indonesia. Apalagi untuk produk perluasan seperti proteksi gempa bumi.

Bahkan ia menyebut asuransi gempa bumi biasanya hanya ramai dibeli setelah wilayah terkena bencana. "Misalnya setelah gempa Padang itu permintaan meningkat tajam hingga kami harus menaikkan status kantor cabang. Tapi setelah itu sepi lagi," kata dia baru-baru ini.

Karena itu ia mengakui edukasi soal proteksi gempa bumi mesti makin kencang digalakkan. Terlebih risiko katastropik seperti gempa bumi cukup besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×