kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Peluang asuransi mikro pada program pemerintah


Minggu, 30 Oktober 2016 / 20:54 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Angka penetrasi asuransi di dalam negeri masih sangat rendah. Kehadiran asuransi mikro diharapkan bisa jadi pendorong penggunaan asuransi oleh masyarakat.

Namun Dumoly Pardede Deputi Komisioner Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui sosialisasi asuransi mikro masih perlu untuk ditingkatkan. Pihak regulator pun disebutnya masih mencari cara agar pemanfaatannya bisa makin masif.

Salah satu opsi yang sedang dipikirkan OJK menurutnya adalah menempelkan produk asuransi mikro pada program-program pemerintah. "Misalkan yang ambil Kredit Usaha Rakyat (KUR) itu beli asuransi mikro juga," katanya.

Ia mengakui kontribusi asuransi mikro bagi total bisnis asuransi masih sangat rendah. Selain karena preminya murah, produk asuransi mikro juga baru dipasarkan kurang dari tiga tahun ke belakang.

Meski begitu, Dumoly mengklaim lambat laun sebaran asuransi mikro juga makin berkembang. Di mana kini produk asuransi murah sudah dipasarkan di sebelas provinsi di Indonesia.

Perusahaan asuransi juga masih berupaya memasyarakatkan asuransi mikro. Seperti lewat pembagian secara cuma-cuma pada waktu-waktu tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×