kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   0,00   0,00%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Pengamat Nilai Penyaluran Pendanaan Fintech Lending Masih Tetap Tumbuh Tahun Depan


Minggu, 03 Desember 2023 / 20:12 WIB
Pengamat Nilai Penyaluran Pendanaan Fintech Lending Masih Tetap Tumbuh Tahun Depan
ILUSTRASI. OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending hingga September 2023 mencapai Rp 55,70 triliun. KONTAN/Muradi/2018/04/10


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending hingga September 2023 mencapai Rp 55,70 triliun. Adapun angka itu meningkat menjadi 14,28% year on year (YoY).

Mengenai hal itu, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda melihat selama permintaan masih cukup besar, penyaluran fintech P2P lending akan tetap meningkat pada tahun depan.

"Saya melihat permintaannya masih cukup tinggi. Faktornya, yakni kredit gap masih tinggi, biaya hidup naik, hingga pendapatan naik terbatas. Jadi, permintaan akan masih sangat besar untuk tahun depan," ungkapnya kepada Kontan.co.id, Minggu (3/12).

Baca Juga: Sejumlah Fintech Lending Terapkan Strategi Jaga Penyaluran Pendanaan

Menurut Nailul, munculnya kasus-kasus pinjol juga tak akan memengaruhi pertumbuhan. Dia menilai sebenarnya banyak kasus-kasus yang sudah lama terjadi, tetapi penyaluran dana masih meningkat dengan pertumbuhan yang signifikan. 

Dengan demikian, dia menganggap masyarakat Indonesia masih belum menganggap kasus sekarang menjadi penghambat. Menurutnya, salah satu penghambatnya, yakni pendanaan investasi yang akan makin terbatas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×