CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Penyaluran KUR perlu melibatkan BPR


Senin, 29 Februari 2016 / 14:25 WIB


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Keberadaan program kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 9% tidak perlu dikhawatirkan mengganggu bisnis Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Dalam program ini, justru BPR bisa ikut berperan, khususnya melalui kerjasama dengan bank penyalur KUR.

Selama ini, BPR dikenal sebagai bank spesialis kredit mikro yang memberi bunga mahal karena sumber dananya mahal. Sumber dana ini juga yang menjadi faktor BPR tidak bisa menyalurkan KUR berbunga murah.

Menurut Heru Kristiyana, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jika BPR dipaksakan bunga kredit 9%, pasti tidak mampu. "Sumber dana BPR kan mahal dan selama ini juga banyak kredit mereka merupakan linkage dari bank umum. Jadi, sumber dana BPR terbatas," ungkap Heru, Senin (29/2).

Dalam hal ini, Heru berpendapat, keterlibatan BPR dalam penyaluran KUR melalui pola linkage perlu dilakukan. Apalagi, lanjut Heru, hampir semua BPR menyatakan kesiapannya membuka kerjasama linkage KUR.

Heru juga bilang, BPR bisa jadi ujung tombak penyaluran KUR mikro bagi bank umum yang tidak punya infrastruktur ke daerah-daerah. "Melalui penyaluran KUR lewat BPR, maka tujuan KUR juga bisa tercapai," imbuh Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×