kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,02   3,68   0.39%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perkuat Permodalan, Bank Bumi Arta Bakal Rights Issue di Semester II 2022


Rabu, 25 Mei 2022 / 20:13 WIB
Perkuat Permodalan, Bank Bumi Arta Bakal Rights Issue di Semester II 2022
ILUSTRASI. RUPS dan paparan publik?Bank Bumi Arta.


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Bumi Arta Tbk akan kembali melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada semester II 2022. 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi modal inti Rp 3 triliun hingga akhir 2022, sesuai batas minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maklum, modal inti bank bersandi BNBA ini baru mencapai Rp 2,23 triliun pada Maret 2022. 

"Jadi kita memang rencana akan melakukan PUT lagi, melakukan rights issue lagi di semester II tahun ini untuk memenuhi ketentuan OJK, yang mana haru menjadi Rp 3 triliun di akhir tahun 2022," kata Direktur Pengembangan bisnis dan Keuangan Bank Bumi Arta, Edwin Suryahusada, Rabu (25/5). 

Namun ia tidak mengungkapkan berapa dana yang akan dihimpun maupun investor strategis yang akan menyerap saham rights issue tersebut. Yang jelas, ini adalah strategi perseroan untuk perkuat permodalan tahun ini. 

Baca Juga: Lima Saham Perbankan Ini Jadi Pemberat IHSG pada Mei 2022

Sebelumnya, Bank Bumi Arta telah menggelar rights issue untuk meningkatkan modal inti pada Desember 2021 lalu. Saat itu, bank yang berbasis di Jakarta ini menargetkan dana rights issue mencapai Rp 621,39 miliar. 

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Kamis (2/12), perusahaan menetapkan harga pelaksanaan rights issue Rp 1.345. Aksi korporasi ini telah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 1 Desember 2021. 

Kepemilikan saham BNBA terdiri dari PT Surya Husada Investment sebesar 33,45%, PT Takjub Financial Teknologi (Ajaib) 24% atau sebanyak 554,4 juta saham, Dana Graha Agung 20,07%, Budiman Kencana Lestari 13,38% dan publik 9,10%.

Melalui surat pernyataan tertanggal 18 November 2021, Surya Husada Investment, Ajaib, Dana Graha Agung dan Budi Kencana Lestari mengeksekusi rights issue tersebut sesuai dengan porsi kepemilikan saham masing-masing.

Baca Juga: Sisa Waktu Bank Kecil Cari Investor Baru Demi Penuhi Ketentuan Modal Makin Pendek

Pasca rights issue, Ajaib kembali menambah kepemilikan saham Bank Bumi Arta dari 24% menjadi 40%. Perusahaan teknologi finansial ini membeli 443,52 juta saham atau mewakili 16% dari total modal yang ditempat atau disetor penuh dalam BNBA pada April 2022. 

Transaksi ini merupakan pembelian atas sebagian saham yang dimiliki oleh pemegang saham Bank Bumi Artha lain. Saat ini, Ajaib menjadi pemegang saham mayoritas Bank Bumi Arta sebesar 40%. Diikuti Surya Husada Investment 25,45%, Dana Graha Agung 15,27%, Budiman Kencana Lestari 10,18% dan sisanya publik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×