kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45972,21   -0,45   -0.05%
  • EMAS926.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.19%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Permintaan kredit terus naik, BTN andalkan pendapatan bunga kredit


Rabu, 13 Oktober 2021 / 13:41 WIB
Permintaan kredit terus naik, BTN andalkan pendapatan bunga kredit
ILUSTRASI. Gedung Menara Bank BTN di Jakarta, Selasa (10/12/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perbankan berharap bisa kembali mengandalkan pendapatan bunga seiring menggeliatnya permintaan pembiayaan. Otoritas Jasa keuangan (OJK) mencatatkan kredit per Agustus tumbuh sebesar 1,16% secara year on year (YoY).

Bila dibandingkan akhir tahun lalu atau year to date (ytd) tumbuh 1,91%. Padahal pada bulan Juli, kredit baru tumbuh 0,5% yoy. Secara sektoral, kredit sektor rumah tangga mencatatkan kenaikan terbesar secara bulanan yakni sebesar Rp 4,8 triliun.

Perbankan tercatat akomodatif dalam penyaluran kredit untuk mendukung produk dan komoditas berorientasi ekspor yang tumbuh sebesar 4,92% ytd, sehingga turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia.

PT Bank Tabungan (Persero) Tbk melihat sumber utama pendapatan masih berasal dari bunga kredit yang rasionya masih di atas 90% dari total pendapatan. Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menilai peningkatan permintaan kredit tentu akan turut mendorong tingkat pendapatan bunga yang lebih baik.

Baca Juga: Kredit semakin meningkat, ini bank yang mencetak pertumbuhan paling tinggi

“Seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan kredit perbankan kembali positif sejak bulan Juni sampai Agustus. Hal tersebut juga tercermin pada pertumbuhan kredit BTN yang pada Agustus 2021 adalah sebesar 6,02% yoy, naik dibandingkan Juni 2021 yang sebesar 5,59% yoy,” ujar Haru kepada Kontan.co.id pada pekan lalu.

Kendati demikian, Haru bilang bank tetap meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income. Guna mendukung BTN dalam mencetak laba yang lebih optimal dan mengurangi tekanan pendapatan akibat kondisi-kondisi tertentu.

“Seperti penurunan Net Interest Margin (NIM) dan meningkatnya risiko kredit, fee based income juga akan terus ditingkatkan. Terlebih pada masa digitalisasi seperti saat ini, BTN melihat banyak peluang dalam meningkatkan fee based income dari berbagai digital platform, selain dari produk-produk lain BTN yang terus berkembang,” jelasnya.

Ia menyebut rasio fee based income terhadap total pendapatan BTN telah meningkat sejak awal tahun, dengan posisi 8,37% per Agustus 2021 dibandingkan 7,66% pada Januari 2021.

Selanjutnya: Bank Mandiri catat Agen Laku Pandai salurkan referral kredit hingga Rp 3 triliun

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×