kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pertumbuhan bisnis BPR milik pemda mencapai 30%


Kamis, 09 Januari 2014 / 15:45 WIB
Pertumbuhan bisnis BPR milik pemda mencapai 30%
ILUSTRASI. Instagram app is seen on a smartphone in this illustration taken, July 13, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sejumlah 385 bank perkreditan rakyat (BPR) yang tergabung dalam Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah Se-Indonesia (PERBAMIDA) berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis sebesar 25%-30%.

Jumlah itu merupakan rata-rata pertumbuhan aset, penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dalam setahun hingga akhir tahun 2013.

"Ini merupakan bukti bahwa tak hanya bank umum, BPR juga memberikan kontribusi bagi ekonomi Indonesia," kata R. Soeroso, Ketua Umum PERBAMIDA di Jakarta, Kamis, (9/1).

Hingga per Desember 2013, jumlah total aset seluruh BPR di PERBAMIDA mencapai Rp 19,5 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp 18 triliun. Penghimpunan DPK telah mencapai Rp 16,5 triliun. Rasio kredit macet alias non-performing loan (NPL) mencapai 3%.

Untuk tahun 2014, Soeroso mengakui kemungkinan akan ada penurunan pertumbuhan bisnis. Terutama menyangkut kondisi ekonomi yang melambat serta arahan Bank Indonesia (BI) yang menetapkan pertumbuhan kredit berkisar 15%-17%.

"Namun kami akan terus maksimalkan kinerja kami. Walaupun kredit kami salurkan kebanyakan kredit skala kecil," pungkas pria yang juga Direktur Utama BPR UMKM asal Jawa Timur tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×