kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.707   63,87   1,13%
  • KOMPAS100 737   8,83   1,21%
  • LQ45 560   6,62   1,20%
  • ISSI 199   2,00   1,02%
  • IDX30 317   3,05   0,97%
  • IDXHIDIV20 391   1,68   0,43%
  • IDX80 84   0,91   1,10%
  • IDXV30 107   -0,06   -0,06%
  • IDXQ30 103   0,76   0,75%

Pertumbuhan kredit maksimal diramal hanya 15%


Minggu, 25 Desember 2016 / 18:45 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Era pertumbuhan kredit sebesar 20% sulit untuk terulang lagi. Pasalnya, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan Indonesia terus naik seiring dengan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi. Kenaikan rasio LDR yang terus naik ini membuat bank sulit untuk meningkatkan kredit.

Tigor Siahaan, Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk mengatakan, masa untuk mencapai pertumbuhan kredit sebesar 20%-25% sudah selesai, karena rata-rata rasio LDR perbankan berada pada level 90%. Prediksinya, perbankan hanya akan mencatat pertumbuhan kredit sekitar 10%-12% untuk tahun-tahun mendatang.

Bob T. Ananta, Direktur Perencanaan dan Operasional PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menilai, mungkin saja kredit mencapai kembali pertumbuhan kredit sebesar 20% tapi butuh waktu beberapa tahun kedepan. “Korelasi untuk mencapai pertumbuhan itu dengan asumsi kenaikan pertumbuhan ekonomi,” kata Bob, Minggu (25/12).

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi maka perlu mengangkat Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk Indonesia yang kemudian akan mempengaruhi pertumbuhan kredit sekitar 3 kali lipat dari pertumbuhan ekonomi. Adapun range ICOR utnuk Indonesia adalah 3 kali sampai dengan 3,5 kali.

Erwin Riyanto, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, pelonggaran regulasi sudah dilakukan oleh BI. Kondisi pertumbuhan kredit masih lambat karena memang perlambatan ekonomi membuat permintaan kredit tersendat. Harapannya, dengan suku bunga kredit yang rendah dapat mendorong permintaan kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×