kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.885   -103,00   -0,57%
  • IDX 6.111   -10,57   -0,17%
  • KOMPAS100 791   -1,94   -0,24%
  • LQ45 606   -1,99   -0,33%
  • ISSI 212   0,14   0,07%
  • IDX30 336   -1,44   -0,43%
  • IDXHIDIV20 427   0,76   0,18%
  • IDX80 90   -0,21   -0,23%
  • IDXV30 116   0,42   0,36%
  • IDXQ30 110   -0,07   -0,06%

Pejabat sekuritas jadi saksi kasus Dapen Pertamina


Kamis, 23 Februari 2017 / 23:27 WIB
Pejabat sekuritas jadi saksi kasus Dapen Pertamina


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

JAKARTA. Setelah menetapkan status tersangka kepada Muhammad Helmi Kemal Lubis, eks Presiden Direktur Dana Pensiun (Dapen) Pertamina tahun 2013-2015 atas kasus korupsi pengelolaan dana pensiun senilai Rp 1,4 triliun, pihak Kejaksaan Agung terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah pihak. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Muhammad Rum membenarkan sejumlah nama petinggi perusahaan sekuritas turut diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

Mereka yang ikut diperiksa oleh Kejaksaan Agung adalah Presiden Direktur Kresna Asset Management Johanes Yobel Hadikrisno, Direktur Kresna Graha Investama Suryandi Jahja, eks Presiden Direktur Sucorinvest Central Gani Ratih D. Item, dan Russel Anthony, pegawai CLSA. "Sudah diperiksa semua sebagai saksi," terang Rum, kepada KONTAN, Kamis (23/2).

Namun saat dikonfirmasi, Ratih menegaskan, dia tak tahu kasus Dapen Pertamina. "Posisi saya sebagai Presdir. Itu bagian sales yang tahu. Saya tidak ngurusin transaksi," tegas Ratih kepada KONTAN.

Sebelumnya pada Kamis (16/2), Kejagung menahan Helmi. Modus yang dilakukan oleh tersangka, menurut Kejagung adalah menggunakan dana pensiun untuk membeli saham yang tidak liquid berupa saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), PT Sugih Energy Tbk (SUGI) dan PT Hanson International Tbk (MYRX).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×