Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |
JAKARTA. Sektor minyak dan gas (migas) masih menarik minat perbankan untuk menyalurkan kredit. Salah satunya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Hingga kuartal I 2013, porsi kredit minyak dan gas sebanyak 8%. Nilai itu setara dengan Rp 6,6 triliun dari total kredit korporasi.
"Level porsi tersebut terjaga dalam 3 tahun ini," sebut Direktur Korporasi BNI Krishna Suparto, Rabu, (1/5),
Menurutnya, kredit sektor migas meningkat cukup signifikan dari tahun ke tahun. Hanya saja, Krishna mengaku tak ingat angka pertumbuhannya.
Ke depan, BNI akan banyak menyalurkan kredit pada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) dengan SKK Migas. Dikatakannya bahwa di migas, K3S-nya lebih banyak memberikan layanan transaksional bagi mereka yang melakukan pembayaran domestik. Untuk itu, pipeline yang disediakan mendekati Rp 1 triliun.
Perlu diketahui, kredit korporasi BNI tumbuh 43,5% di kuartal pertama 2013. Pada awal 2012, total kredit yang mengalir Rp 58,3 triliun. Lalu di 3 bulan pertama tahun ini menjadi Rp 83,7 triliun. Kredit korporasi menyumbang porsi 41,8% terhadap total kredit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













