kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.720   76,91   1,36%
  • KOMPAS100 740   12,02   1,65%
  • LQ45 561   7,45   1,35%
  • ISSI 199   2,41   1,23%
  • IDX30 318   3,56   1,13%
  • IDXHIDIV20 391   1,72   0,44%
  • IDX80 84   1,30   1,56%
  • IDXV30 107   -0,03   -0,03%
  • IDXQ30 102   0,71   0,69%

Prudential kantongi pendapatan premi Rp 26,8 triliun di 2017


Kamis, 05 April 2018 / 20:22 WIB
ILUSTRASI. Prudential Indonesia


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Prudential Life Assurance mencatatkan pertumbuhan mini dari perolehan premi sepanjang tahun lalu.

Presiden Direktur Prudential Jens Reisch menyebut sepanjang 2017 pihaknya mengantongi pendapatan premi sebesar Rp 26,8 triliun, naik sekitar 2% dari realisasi tahun sebelumnya.

Menurut Jens, pertumbuhan premi yang tak tinggi ini diantaranya disebabkan oleh strategi perusahaannya terkait kepuasan nasabah. Terutama untuk nasabah eksisting.

Misalnya saja untuk nasabah dari produk asuransi kesehatan yang dimiliki Prudential. Ia menyebut sejumlah nasabah produk ini merupakan nasabah lama. 
Sehingga pihaknya lebih fokus untuk menawarkan up grade manfaat dari asuransi kesehatan. "Kami harus kasih informasi ke nasabah apakah manfaatnya masih cukup atau perlu ditambah. Sehingga pertumbuhan preminya memang tak tinggi," kata Jens, Kamis (5/4).

Ia menyebut kesadaran terhadap isu kesehatan memang meningkat belakangan ini. Termasuk soal terus meningkatnya biaya perawatan kesehatan dari waktu ke waktu. Sehingga nasabah sejumlah lama pun dirasa perlu meningkatkan nilai manfaatnya.

Meski kenaikan premi yang didapat Prudential terbilang stagnan, namun Jens mengklaim perusahaannya masih jadi yang terbesar di bisnis ini.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sendiri mencatat sepanjang tahun lalu sektor industri ini mengantongi premi sebanyak Rp 195,72 triliun. Artinya, dari sisi pendapatan premi, Prudential memiliki pangsa pasar sebesar 13,69%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×