kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Q2, Penurunan Bunga Kredit Perbankan Masih Melambat


Rabu, 07 Juli 2010 / 09:40 WIB
Q2, Penurunan Bunga Kredit Perbankan Masih Melambat

Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bunga kredit perbankan memang terus menyusut, tapi penyusutannya masih lambat. Dalam Laporan Kebijakan Moneter kuartal II 2010 yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI), Selasa (6/7), tercatat, rata-rata suku bunga kredit untuk semua jenis kredit menyusut 8 basis poin (bps) sampai 12 bps.

Penurunan terbesar terjadi untuk jenis bunga kredit modal kerja sebesar 12 bps menjadi 13,42%. Lalu bunga kredit investasi turun 10 bps menjadi 12,62%. Sedangkan bunga kredit konsumsi susut 8 bps menjadi 15,34%.

BI menilai, penurunan bunga kredit modal kerja merupakan cerminan perbaikan persepsi risiko ekonomi oleh perbankan. Sekedar informasi, premi risiko merupakan salah satu variabel yang dipakai bank menyusun tingkat bunga kredit.

Dari kelompok bank, bank asing dan campuran menjadi pemimpin penurunan bunga kredit. Nilainya mencapai 25 bps. "Sedangkan kelompok bank persero dan swasta hanya mencatat penurunan bunga kredit masing-masing 10 bps dan 6 bps," jelas BI.

Kelompok bank asing dan campuran juga masih menjadi pemimpin penurunan di bunga deposito, sebesar 20 bps. Cuma, kelompok bank persero masih menawarkan bunga deposito terendah sebesar 7,09%. Kelompok bank asing dan campuran bunga depositonya masih 7,13%. "Bunga deposito bank swasta dan BPD masing-masing sebesar 8,01% dan 8,51%," tulis BI.

BI meyakini penurunan bunga kredit menyumbang kenaikan pertumbuhan kredit. Menurut data BI, di periode yang sama, kredit termasuk yang disalurkan lewat chanelling tumbuh 18,6% year on year. BI juga pede, penurunan bunga kredit perbankan akan terus berlanjut.

Namun, ekspektasi otoritas moneter ini tampaknya akan sedikit meleset. Soalnya, kalangan perbankan sendiri menilai ruang penurunan bunga kredit relatif sudah terbatas. Apalagi, mempertimbangkan ekspektasi inflasi ke depan yang bakal merangkak naik.

Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Evi Firmansyah bilang, langkah BI menahan bunga acuan alias BI rate di level 6,5% plus proyeksi kenaikan inflasi, membuat bunga kredit susah turun lagi. "Kami jaga bunga kredit di rentang 450 bps sampai 500 bps dengan BI rate," katanya.

Bunga kredit saat ini, tambah Evi sudah cukup rendah. Malah, di BTN sudah ada bunga kredit yang besarnya single digit.


Tag


TERBARU

Close [X]
×