kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Relaksasi FFR dan LTV, ini pertimbangan BI


Sabtu, 23 September 2017 / 13:00 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengeluarkan aturan relaksasi mengenai financing to funding ratio (FFR) dan loan to value (LTV) spasial.

Nantinya aturan ini tertuang dalam peraturan BI (PBI) dan akan dibuat aturan lanjutan dalam bentuk peraturan anggota dewan gubernur BI (PADG BI).

Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI bilang, untuk aturan financing to funding ratio (FFR) masih dikaji.

"Dalam waktu tidak terlalu lama akan dikeluarkan," kata Fili sapaan akrabnya, Jumat (23/9). 

Terkait relaksasi FFR, BI mempunyai beberapa pertimbangan sebelum mengeluarkan aturan ini. Pertama adalah melihat bagaimana tren pertumbuhan kredit perbankan.

Kedua adalah bagaimana kondisi likuiditas dan bagaimana tren sampai akhir 2017.

Selain relaksasi FFR, dalam waktu dekat BI akan mengeluarkan aturan mengenai LtV spasial. Jika aturan ini keluar, maka rasio LTV yang selama ini dipatok sama secara nasional, akan berbeda-beda tergantung permintaan KPR dan ekonomi di suatu daerah.

Sebelum mengeluarkan aturan LtTV spasial, BI mempunyai beberapa pertimbangan di antaranya permintaan dan penawaran properti di suatu daerah. NPL properti dan pola masyarakat dalam membeli properti juga menjadi pertimbangan BI sebelum mengeluarkan relaksasi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×