kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Segmen asuransi kumpulan diramal masih legit


Senin, 22 Januari 2018 / 17:16 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan Nasabah di BNI Life


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar asuransi kumpulan dinilai masih punya prospek yang cukup menjanjikan bagi pelaku usaha asuransi jiwa. Terlebih, pasar ini masih mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Setidaknya sampai kuartal ketiga 2017, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat jumlah tertanggung di segmen pasar ini mencapai 43 juta orang. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,5% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Jumlah tertanggung kumpulan ini naik lebih tinggi dari pertumbuhan tertanggung individu yang sebesar 1,9% menjadi 17,75 juta orang.

Ketua AAJI Hendrisman Rahim menilai, potensi pasar dari asuransi kumpulan ini memang masih terbilang besar. Misalnya saja dari masih banyaknya pemberi kerja yang menjalankan menjalankan self insurance kepada karyawannya.

Hal ini tentunya jadi peluang bagi perusahaan asuransi untuk masuk memasarkan produknya.

PT BNI Life Insurance juga masih menikmati legitnya pasar asuransi kumpulan. Plt Direktur Utama BNI Life Geger Maulana memperkirakan di 2018, segmen ini masih akan menyumbang sekitar 25% terhadap portofolio bisnis perusahaannya.

Untuk meningkatkan penetrasi di pasar asuransi kumpulan, dia bilang salah satu langkah yang bakal dilakukan adalah dengan meningkatkan sinergi dengan lingkungan BNI. "Misalnya dengan memasarkan ke lebih banyak nasabah korporasi dari Bank BNI," ungkapnya.

Menurutnya sudah sekitar 1.200 akun perusahaan yang menjadi nasabah asuransi kumpulan dari perseroan. Dengan jumlah tertanggung mencapai sekitar 1,6 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×