kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.732   -126,73   -1,85%
  • KOMPAS100 895   -20,28   -2,22%
  • LQ45 659   -11,16   -1,67%
  • ISSI 243   -4,50   -1,82%
  • IDX30 372   -5,18   -1,37%
  • IDXHIDIV20 456   -5,33   -1,15%
  • IDX80 102   -1,96   -1,88%
  • IDXV30 130   -1,76   -1,33%
  • IDXQ30 119   -1,17   -0,97%

September, cadangan devisa RI naik US$ 2,71 miliar


Senin, 07 Oktober 2013 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Suasana Kota Lama Semarang, Selasa (15/9/2020). Cuaca hari ini di Jawa dan Bali cerah hingga hujan petir, menurut prakiraan BMKG. Tribun Jateng/Hermawan Handaka.


Reporter: Dea Chadiza Syafina |

JAKARTA. Cadangan devisa Bank Indonesia (BI) pada September 2013 mengalami kenaikan. Direktur Eksekutif Bank Indonesia Difi A. Johansyah menghitung, jumlah cadangan devisa pada akhir September 2013 tercatat sebesar US$ 95,7 miliar.

Jumlah ini meningkat US$ 2,71 miliar dari posisi akhir Agustus 2013 yang hanya US$ 92,99 miliar. Posisi cadangan devisa ini setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Jika hanya dibandingkan dengan impor, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan 5,4 impor bulan," kata Difi melalui siaran pers yang diterima KONTAN pada Senin (7/10).

Menurutnya, kenaikan jumlah cadangan devisa itu tidak lepas dari langkah-langkah penguatan bauran kebijakan bank sentral dalam menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan.

"Selain itu, kenaikan cadangan devisa didukung oleh langkah pemerintah menerbitkan obligasi syariah negara dalam valuta asing sebagai salah satu sumber pembiayaan defisit fiskal," ujar Difi.

BI melihat, keyakinan pasar valuta asing domestik semakin kuat dengan penawaran dan permintaan valas yang semakin aktif dan berimbang dalam membentuk pergerakan rupiah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×