kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Siap genjot kinerja pasca merger, begini strategi Bank Dinar


Kamis, 22 Agustus 2019 / 08:11 WIB
Siap genjot kinerja pasca merger, begini strategi Bank Dinar
ILUSTRASI. Bank Dinar


Reporter: Agustinus Respati | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Dinar Indonesia Tbk (DNAR) telah resmi bergabung dengan PT Bank Oke Indonesia sejak 11 Juli 2019. Setelah sempat tertunda, kedua bank tersebut kini telah resmi bergabung dengan izin Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia.

Pasca merger, Bank Dinar akan terus menggenjot kinerjanya. Direktur Utama Bank Dinar Hendra Lie mengatakan hingga akhir tahun Bank Dinar menargetkan pertumbuhan aset hingga Rp 4,8 triliun. 

Baca Juga: Izin usaha Bank Dinar (DNAR) beralih ke Bank Oke Indonesia

Sementara itu, penyaluran kredit ditargetkan mencapai Rp 4 triliun hingga akhir tahun.

"Untuk dana pihak ketiga (DPK), target hingga akhir 2019 sebesar Rp 2,8 triliun," tambah Hendra Rabu (21/8).

Untuk mencapai target kinerja tersebut, Hendra bilang kini Bank Dinar tengah mempersiapkan internet banking dan mobile banking. Dua program tersebut diharapkan mampu meningkatkan layanan dan kemudahan bagi nasabah.

Baca Juga: Pascamerger Bank Dinar dan Bank Oke, Kepemilikan Apro di DNAR Tembus 91%

Sebagai informasi, pasca merger Bank Dinar memiliki modal inti Rp 1,6 triliun. Dengan demikian Bank Dinar kini telah resmi masuk ke bank umum kelompok usaha (BUKU) II.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×