kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.094   62,18   0,77%
  • KOMPAS100 1.140   7,85   0,69%
  • LQ45 825   4,28   0,52%
  • ISSI 287   3,18   1,12%
  • IDX30 429   2,34   0,55%
  • IDXHIDIV20 516   2,72   0,53%
  • IDX80 127   0,87   0,69%
  • IDXV30 140   1,25   0,90%
  • IDXQ30 139   0,67   0,48%

Tunggu hasil sidang MK, bos BCA anjurkan BI tahan suku bunga


Kamis, 20 Juni 2019 / 13:41 WIB
Tunggu hasil sidang MK, bos BCA anjurkan BI tahan suku bunga


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, anggota indeks Kompas100) Jahja Setiatmadja menyatakan agar Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan. Meskipun menurutnya peluang penurunan suku bunga terbuka lebar.

Ia menyatakan faktor politik, terutama soal sidang sengketa pemilihan presiden (pilpres) yang kini masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi jadi alasannya.

“Dari segi politik, kita masih menunggu sidang MK yang menimbulkan sedikit ketidakpastian. Kalau menurut saya (suku bunga) bulan ini tahan dulu. Bulan depan bisa diturunkan. Tapi tergantung yang punya kebijakan (Bank Indonesia) pasti lebih menguasai dalam memberikan putusan,” paparnya di Jakarta, KAmis (20/6).

Jahja menambahkan jika melihat faktor eksternal tendensi penurunan suku bunga sejatinya memang mulai terlihat. The Federal Reserve (The Fed) misalnya, kata Jahja berpeluang menurunkan suku bunga 25 bps hingga September mendatang.

Di lain sisi, likuiditas perbankan dinilainya juga cenderung masih ketat akibat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cuma tumbuh 6%, sementara pertumbuhan kredit mencapai lebih dari 11%.

“Tapi kemarin Pak Wimboh (Ketua OJK) sudah memberi tanda sudah diturunkan 9%-11%. Dengan target kredit yang tidak terlalu agresif likuiditas bisa turun. saat ini LDR 94%, dan Bank Indonesia juga bagus mengawalnya dengan Repo. Tetapi Repo untuk menjaga likuiditas jangka pendek,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×