kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Unitlink catat kinerja positif di bulan Mei


Kamis, 09 Juni 2016 / 06:33 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kinerja unitlink pada bulan Mei positif. Tiga unitlink yakni: saham, campuran dan pendapatan kompak meraih return di atas 5%.

Mengacu data dari PT Infovesta Utama, return unitlink pendapatan tetap sebesar 5,05%. Kemudian, unitlink saham meraih return 5,08%. Tertinggi adalah return unitlink campuran sebesar 5,16%.

Sekalipun kondisi pasar modal cenderung fluktuatif, namun kinerja unitlink dinilai cukup positif.

Senior Research Analyst PT Infovesta Utama Praska Putrantyo menyebut, unitlink meneruskan performa positif sejak awal tahun. "Ke depan, kinerja unitlink masih positif. Hanya saja unitlink pendapatan tetap berpeluang mendekati kinerja unitlink saham. Hal ini lantaran prospek surat utang negara (SUN) masih solid," terang Praska kepada KONTAN, Rabu (8/6).

Akhir tahun tinggi Praska memprediksi return unitlink saham hingga akhir semester I-2016 sekitar 7,25%. Unitlink saham akan mencetak kinerja paling tinggi. Dasarnya, dana asing kembali membanjiri pasar domestik. Plus, ekspektasi pertumbuhan ekonomi mendekati 5%.

Selain itu, momentum Lebaran juga diharapkan membantu permintaan konsumsi yang geliatkan ekonomi. Untuk unitlink campuran diperkirakan menorehkan return 6,5%. Sementara proyeksi return unitlink pendapatan tetap sekitar 5,64%.

Head of Investment PT BNI Life Insurance, Harijadi Tjahyono juga optimis kinerja unitlink hingga akhir tahun positif. Selain situasi politik dinilai lebih kondusif. Sentimen makro dapat membuat return unitlink tinggi. Misalnya, tren penurunan suku bunga acuan sehingga harga obligasi jangka panjang mengalami kenaikan. Imbasnya terjadi peningkatan nilai unitlink. Plus, daya beli masyarakat yang tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×