kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45943,56   8,22   0.88%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Valuasi Sejumlah Perbankan Beraset Jumbo Ini Masih Murah, Menarik Dikoleksi?


Senin, 20 November 2023 / 04:50 WIB
Valuasi Sejumlah Perbankan Beraset Jumbo Ini Masih Murah, Menarik Dikoleksi?


Reporter: Adrianus Octaviano, Tedy Gumilar | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi para pemburu saham perbankan, tak perlu khawatir harga saham bank berkapitalisasi pasar besar, sudah kemahalan. Masih ada kok, saham bank yang cukup prospektif untuk dijajal.

Di jajaran saham emiten bank beraset jumbo, ada beberapa yang menarik dicermati karena punya valuasi murah, di samping kinerjanya yang tetap tampil cantik.

Dari 10 emiten bank terbesar dari sisi aset, lima di antaranya memiliki price to book value (PBV) di bawah satu kali, menurut data RTI. Mereka adalah Bank Tabungan Negara (BBTN), Bank CIMB Niaga (BNGA), Bank OCBC NISP (NISP), Bank Permata (BNLI), dan Bank Pan Indonesia (PNBN).

Baca Juga: Simak Jurus Bank Digital Menangkal Gempuran Digitalisasi Bank Konvensional

Sejumlah analis melihat prospek saham bank beraset besar kelas lapis dua masih menarik. Dua di antaranya diterpa sentimen positif. NISP mendapat sentimen dari rencana akuisisi 100% saham Bank Commonwealth dan BBTN punya opsi mengakuisisi bank syariah sebagai jalan untuk spin off unit usaha syariah-nya (UUS).

Sekretaris Perusahaan BBTN Ramon Armando, Senin (13/11) mengatakan, penjajakan dengan beberapa bank sedang dilakukan. Berembus kabar, BBTN akan mengakuisisi Bank Muamalat. Jika terealisasi, akuisisi akan bikin aset BBTN naik.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menyebut saham bank beraset besar di kelas lapis dua masih menarik karena fundamentalnya oke dan valuasinya murah. "BNGA masih murah dan memiliki fundamental bagus," ujar Arjun kemarin.

Baca Juga: Deretan Saham Bank Menarik dan Murah

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus juga merekomendasikan BNGA. Menurutnya, pertumbuhan kinerja keuangannya semakin solid dengan Return on Equity (RoE) 15,4%. Pilihannya lain Nico adalah BRIS dengan target harga Rp 1.950.

Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai BBTN menarik dilirik. Pada time frame weekly, pergerakan BBTN berada di awal fase uptrend. Penguatan harganya disertai kenaikan volume. Dari sisi indikator, MACD berpeluang membentuk goldencross dan menguat ke area positif. Stochastic menguat dan mengarah ke area overbought.

Herditya menyarankan beli BBTN jika harga tembus MA20 dan resistance l 1.265. Jika level ini dijebol, BBTN diperkirakan akan mengarah ke level Rp 1.320–Rp 1.400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×