: WIB    —   
indikator  I  

Awal tahun, pembiayaan selalu turun

Awal tahun, pembiayaan selalu turun

JAKARTA. Awal tahun bukan masa bagus bagi bisnis pembiayaan. Sebab, penyaluran kredit pembiayaan (multifinance) cenderung lesu pada tiga bulan perdana.

Hendry Christian Wong, Direktur Keuangan PT Federal International Finance (FIFGROUP) menjelaskan, pada kuartal satu, tren booking multifinance memang melambat. Pembiayaan Januari turun 10% dibandingkan bulan normal hal ini tercermin pada pembiayaan FIFGROUP.

Sepanjang Januari 2017, penyaluran pembiayaan perusahaan ini sebesar Rp 2,6 triliun. Nilai itu turun 16% dibandingkan dengan Desember 2016 yang senilai Rp 3 triliun.

Meski pembiayaan turun dari Desember, Djap Tet Fa Direktur Marketing FIFGROUP, menyatakan, pembiayaan Januari 2017 tumbuh 5% secara year on year (yoy) Januari 2016. Dia menyatakan, setiap tahun biasanya tren pembiayaan akan tancap gas mulai Maret-April.

Penyaluran pembiayaan semakin meningkat sewaktu memasuki kuartal II dan mencapai posisi puncak tertinggi pada kuartal III atau bertepatan dengan momentum Lebaran. Namun selepas perayaan Lebaran, permintaan pembiayaan kredit cenderung melandai, dan berpeluang meningkat pada akhir tahun.

Tahun lalu, pembiayaan FIFGROUP sekitar Rp 28,91 triliun. Tahun ini, pembiayaannya bisa tumbuh antara 5%-10% atau berkisar antara Rp 30,35 triliun-Rp 31,8 triliun.

Efek Pilkada

PT Mandiri Tunas Finance (MTF) juga mencatat penurunan pembiayaan pada awal tahun ini. Direktur Marketing MTF Harjanto Tjitohardjojo, mengungkapkan, per Januari 2017, penyaluran pembiayaan turun 31,8% menjadi Rp 1,5 triliun dari Desember 2016 yang senilai Rp 2,2 triliun. "Kemungkinan naik bulan Maret," ungkap Harjanto.

Faktor lain yang membuat pembiayaan lesu awal tahun ini adalah perhelatan pilkada. Demo yang terjadi saat pilkada berdampak pada iklim bisnis tidak kondusif. Akibatnya, pembeli memilih wait and see dalam mengambil kredit.

Tahun lalu, total penyaluran pembiayaan MTF mencapai sekitar Rp 18,6 triliun. Tahun ini, MTF membidik pertumbuhan pembiayaan 10%-12% menjadi Rp 20,46 triliun hingga Rp 20,8 triliun.


Reporter Dina Farisah
Editor Rizki Caturini

KINERJA PERUSAHAAN MULTIFINANCE

Feedback   ↑ x