kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Porsi Kredit UMKM Masih Mendominasi Portofolio Kredit Bank Sahabat Sampoerna


Minggu, 15 Februari 2026 / 14:43 WIB
Porsi Kredit UMKM Masih Mendominasi Portofolio Kredit Bank Sahabat Sampoerna
ILUSTRASI. Bank Sahabat Sampoerna (Dok/Bank Sampoerna)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) agak tersendat di tahun 2025 lalu.

Kendati tidak menyebutkan angkanya, Direktur Finance & Business Planing Bank Sampoerna Henky Suryaputra menyebut, penurunan pertumbuhan penyaluran kredit UMKM ini disebabkan kondisi makroekonomi dalam negeri yang masih dalam tekanan.

Apalagi banyak pelaku UMKM yang belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.

"Dikarenakan kondisi makroekonomi Indonesia yang kurang baik dan berimbas pada pelaku UMKM," ujarnya kepada Kontan, Jumat (13/2/26).

Baca Juga: Unitlink Campuran Tertekan Awal 2026, Ini 10 Produk dengan Return Tertinggi

Meski begitu, Henky mengatakan, kredit UMKM masih menjadi tulang punggung portofolio Bank Sampoerna dengan porsi di atas 64% dari total penyaluran kredit.

Di tahun 2026 sendiri, Henky menyampaikan, Bank Sampoerna menargetkan pertumbuhan kredit single digit, meski masih bisa disesuaikan lagi dengan kondisi ekonomi ke depannya.

Sebagai upaya untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Sampoerna bertekad menjaga kredit agar tumbuh sehat dengan melakukan kolaborasi bersama berbagai mitra untuk menyediakan layanan Bank as a Servis (BaaS) dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Bank Sampoerna juga menyambut positif terkait rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah menyiapkan organisasi khusus sebagai wadah jaringan UMKM yang terhubung langsung ke perbankan dan OJK.

Kata Henky, langkah tersebut dinilai efektif untuk memitigasi risiko kesenjangan informasi di sektor pembiayaan UMKM.

"Langkah OJK ini sangat efektif untuk memitigasi risiko asimetri informasi," ujarnya.

Dengan adanya akses data UMKM yang lebih terintegrasi, perbankan bisa lebih percaya diri menyalurkan kredit karena profil risiko debitur menjadi transparan sehingga pada akhirnya diharapkan berpotensi mendorong volume permintaan kredit.

Baca Juga: Uang Tunai Lebaran 2026: BI Siapkan Rp185,6 Triliun, Ini Cara Tukarnya!

Selanjutnya: Menteri ESDM Pastikan Kejelasan Izin Tambang Emas Martabe Bakal Selesai Minggu Depan

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×