KEUANGAN
Berita
Daftar bank yang gemar beri kredit untuk pensiunan

KREDIT PENSIUNAN

Daftar bank yang gemar beri kredit untuk pensiunan


Telah dibaca sebanyak 6623 kali
Daftar bank yang gemar beri kredit untuk pensiunan

JAKARTA. Perbankan belakangan ini mulai marak mencicipi pasar kredit untuk pensiunan, baik pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), pensiunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pensiunan swasta maupun pensiunan TNI dan Polri.

Sektor ini dinilai cukup menggiurkan, sebab masih banyak pensiunan yang belum memanfaatkan menerima kredit pensiunan dari perbankan. Saat ini, bank yang terbilang lama berkecimpung di bisnis kredit pensiunan ini adalah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Namun, di luar itu, ada Bank CIMB Niaga, Bank Jawa Barat Banten (BJB) dan Bank Mandiri serta Bank Sinar Harapan Bali yang kini ikut kepincut menyalurkan kredit para pensiunan.

Bank CIMB Niaga

Bank CIMB Niaga tahun ini menargetkan bisa mengucurkan kredit kepada 60.000 pensiunan di seluruh Indonesia. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Arwin Rasyid, bilang, target nasabahnya itu hanya 1% dari 6 juta pensiunan yang ada di Indonesia.

"Kami menargetkan pembiayaan kredit pensiunan sebesar Rp 1 triliun sampai akhir tahun 2013," ucapnya. Bank milik investor Malaysia ini mencatat, akhir 2012 lalu, pihaknya telah menyalurkan kredit pensiunan Rp 437 miliar atau naik 126,4% dari periode sebelumnya senilai Rp 193 miliar. Jumlah kredit itu disalurkan untuk 13.700 pensiunan.

Agar nasabah kian banyak, CIMB Niaga menggandeng PT Pos Indonesia untuk memanfaatkan jaringan Pos yang berjumlah 3.800 kantor. "Pensiunan itu menerima pendapatan setiap bulan, sehingga kami berani memberikan kredit untuk kebutuhan kerja mereka," jelas Arwin.

Saat ini, porsi pembiayaan CIMB Niaga di pensiunan masih terbilang kecil, dengan penerapan bunga sekitar 19%. Ke depan, CIMB Niaga membidik pembiayaan mikro, emas dan pendanaan dari pensiunan.

Bank BJB

Sementara itu, Bank Jawa Barat Banten atau akrab disebut Bank BJB menargetkan kredit pensiunan atau kredit guna bakti (KGB) senilai Rp 2 triliun tahun ini. BJB yakin, potensi pasar pensiunan cukup menjanjikan.

Hal ini dilihat dari penyaluran KGB Februari 2013 lalu yang mencapai Rp 704 miliar. Padahal, KGB baru diluncurkan akhir tahun 2012. "Kami memanfaatkan sebagai sarana pengembangan kredit pensiun," kata Direktur Utama Bank BJB, Bien Subiantoro.

Dalam merealisasikan kredit untuk pensiunan, Bank BJB bekerjasama dengan PT Taspen (Persero). Selain itu, Bank BJB melayani pembayaran Tabungan Hari Tua (THT) dan Tabungan Hari Tua Multiguna Pensiun kepada 34.540 peserta Taspen, senilai Rp 81,8 miliar setiap bulannya.

Bank Sinar Harapan Bali (BSHB)

Untuk Bank Sinar Harapan Bali (BSHB) kini sedang persiapan di bisnis kredit pensiunan, setelah bank ini resmi dimiliki tiga BUMN, yakni Bank Mandiri, PT Pos Indonesia dan PT Taspen.

Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama terpilih Bank Mandiri menyampaikan, perseroan memberikan kredit Rp 1 triliun melalui Pos Indonesia untuk 20.000 nasabah. Melalui BSHB, Bank Mandiri akan menggeber pembiayaan kredit mikro dan simpanan untuk 6.848.725 nasabah pensiunan Taspen.

BTPN

Wajar Bank Mandiri tergiur. Pembiayaan pensiunan memberi margin besar. Lirik Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN), setiap tahun memperoleh margin bunga bersih (NIM) hingga dua digit. Pemain lama di kredit pensiunan ini tak khawatir kedatangan pesaing baru di bidang pensiunan. "Ini kompetisi biasa terjadi pada setiap bank," kata Direktur Kepatuhan BTPN, Anika Faisal.

Dia mengaku, banyak nasabah pensiunan BTPN berasal dari Taspen. Meski Taspen bersinergi dengan Bank Mandiri, BTPN akan membidik nasabah dari instansi lain seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) berbagai kementerian, pegawai swasta dan TNI.

Tahun 2013 ini, BTPN membidik pertumbuhan kredit dan DPK sebesar 23%. Fokus pembiayaan masih ke mikro kepada pensiunan. BTPN mencatat, kinerja tahun 2012, penyaluran kredit pensiun mencapai Rp 28,04 triliun atau 72% dari total kredit senilai Rp 38,84 triliun.

Pensiunan ini tumbuh 23% dari posisi sebelumnya senilai Rp 22,82 triliun. Sedangkan kredit mikro mencapai Rp 9,00 triliun atau tumbuh 33% dari posisi sebelumnya senilai Rp 6,78 triliun. Adapun, NIM yang diperoleh mencapai 13,1%.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 6623 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Ada ratusan produk, pilih mana?

    +

    Ada sekitar 850 produk reksadana beredar saat ini. Pilihlah yang sesuai dengan gaya investasimu

    Baca lebih detail..

  • Menimbang return reksdana dan investasi lain

    +

    Return reksadana memang ciamik sepanjang tahun ini. Tapi, belakangan muncul gejolak di pasar. Apakah lebih baik mengamankan aset di instrumen aman seperti deposito, atau emas yang harganya sekarang lebih murah?

    Baca lebih detail..