Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. Kanal distribusi bancassurance mulai menjadi motor kinerja pelaku usaha asuransi jiwa hingga pertengahan tahun ini. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), per Juni 2016, perolehan premi industri mencapai Rp 74,6 triliun.
Dari perolehan premi ini, kanal distribusi agensi memang masih jadi kontributor terbesar dengan sumbangan premi sebesar 41,3%. Jumlah ini setara dengan Rp 30,8 triliun. Sementara porsi premi yang datang dari bancassurance tercatat sebesar 38,4% atau setara Rp 28,6 triliun.
Namun, kontribusi premi dari bancassurance meningkat dari sebelumnya 36,7% pada periode yang sama di 2015. Sedangkan, porsi kanal agensi melorot dari sebelumnya 44,5%.
Kenaikan porsi bancassurance ini didapat dari laju pertumbuhan yang lebih tinggi ketimbang agensi. Di mana premi dari jalur bancassurance mencatatkan kenaikan sebesar 15,3% secara year on year. Di saat yang sama, jalur pemasaran agensi hanya tumbuh 2%.
Hendrisman Rahim, Ketua AAJI menilai, kencangnya laju bancassurance ini diantaranya didorong langkah agresif perbankan untuk menjual produk asuransi. Dengan begitu lebih banyak lagi fee based income yang masuk ke pundi-pundi perbankan.
Terlebih pada saat ini laju pertumbuhan kredit yang disalurkan perbankan masih menunjukan perlambatan. Tentunya pihak perbankan harus mencari cara untuk bisa mengantongi pemasukan, termasuk dengan menjual produk asuransi.
Melihat hal ini, ia memprediksi sampai tutup tahun nanti, kontribusi premi dari bancassurance akan bisa menyamai agensi di kisaran 40%. "Kemungkinan akan sama bersar porsinya," proyeksi Hendrisman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













