Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank selama sepekan masih mulai bergerak naik dalam sepekan. Namun, aksi jual bersih asing alias net sell masih terjadi.
Kenaikan harga saham perbankan paling gede terjadi di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 16,75% dalam sepekan di Rp 5.925 per saham pada Jumat (12/6/2026). Kenaikan harga saham BBCA tersebut naik 1,72% dalam sehari. Namun dalam sepekan, aksi jual asing di saham BBCA mencapai Rp 564,5 miliar.
Peningkatan harga saham bank yang tinggi lain adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Dalam sepekan saham BBNI telah naik 10,9% di level Rp 3.560 per saham pada Jumat. Sementara itu dalam sehari, saham BBNI telah naik 1,71%. Kenaikan harga saham BBNI tidak membuat asing akumulasi saham. Dalam sepekan saham BBNI terjadi net sell sebesar Rp 238 miliar.
Baca Juga: NPL KPR Berpotensi Naik hingga Akhir Tahun, Begini Penjelasan Ekonom
Sementara saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami kenaikan harga saham sebesar 9,38% dalam sepekan menjadi Rp 4.200 per saham pada Jumat. Di mana dalam sehari saham BMRI justru turun 1,18%. Asing juga masih aktif melakukan aksi jual saham alias net sell sebesar Rp 572,8 miliar dalam sepekan.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dalam sepekan menjadi saham dengan kenaikan paling rendah diantara saham bank lain. Saham BBRI hanya naik 4% dalam sepekan di level Rp 2.850 pada Jumat. Dan dalam sehari saham BBRI ditutup stagnan.
Aksi asing di saham BBRI justru paling aktif. Pasalnya saham BBRI dijual bersih alias net sell sebesar Rp 2 triliun dalam sepekan.
Meski harga saham bank dengan kapitalisasi besar alias big banks sudah naik. Target harga saham bank besar masih jauh dari konsensus analis Bloomberg. Saham BBCA misalnya masih ditargetkan di harga Rp 8.826,79 per saham. Di mana 35 analis masih rekomendasi buy dan 2 rekomendasi hold.
Analis yang baru merekomendasikan add atau buy saham BBCA adalah Handy Noverdanius dari CGS International dengan target harga Rp 10.000 per saham.
Saham bank lain seperti BBRI juga masih rekomendasikan buy oleh analis. Di mana 30 analis rekomendasi buy, 4 hold dan dua sell. Adapun target harga saham BBRI dari konsensus Bloomberg sebesar Rp 4.094 per saham. Analis yang baru mengupdate rekomendasi BBRI adalah Erwin Wijaya dari Verdhana Sekuritas yang menyarankan buy saham BBRI dengan target harga Rp 4.500.
Saham BMRI juga masih diberi rekomendasi buy oleh para analis dalam konsensus Bloomberg. Saham BMRI direkomendasikan buy oleh 39 analis, enam menyarankan hold dan tiga sell. Adapun target harga saham BMRI dipasang di harga Rp 5.688,45 per saham.
Saham BBNI pun masih disarankan buy oleh mayoritas analis. Di mana 30 analis menyarankan buy, 4 hold dan 1 sell. Target saham BBNI dipasang di Rp 4.739 per saham.
Baca Juga: Fundamental Perbankan Masih Cukup Solid Dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













