kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

LPS memproyeksikan DPK naik 7%-8%, kredit tumbuh 10%-12% di akhir 2018


Rabu, 08 Agustus 2018 / 10:15 WIB
LPS memproyeksikan DPK naik 7%-8%, kredit tumbuh 10%-12% di akhir 2018
ILUSTRASI. Uang Rupiah


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksi dana pihak ketiga (DPK) sampai akhir 2018 bisa naik 7%-8% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan pertumbuhan kredit diperkirakan naik lebih tinggi 10%-12% yoy.

Dody Arifianto, Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS mengatakan, meskipun DPK tumbuh lebih rendah dari kredit, tapi tidak mengarah ke kesulitan likudiitas. "Karena BI tetap menjaga," kata Dody kepada Kontan.co.id, Senin (6/8).

Menurut Dody, untuk pendanaan mayoritas bank masih mengandalkan dana pihak ketiga (DPK) dan pasar uang antar bank (PUAB).

DPK dan PUAB mencakup 90% sumber pendanaan bank. Bank Indonesia (BI) mencatat sampai Juni 2018 pertumbuhan kredit 10,5% secara yoy. Sedangkan pertumbuhan DPK atau uang beredar dalam arti luas sebesar 5,9% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×