kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Modal Indonesia Re akan tambah Rp 600 miliar


Minggu, 09 Oktober 2016 / 20:55 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Reasuransi International Indonesia (ReINDO) telah melebur ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re). Peleburan atau merger ini akan menambah kekuatan modal perusahaan.

Frans Y Sahusilawane, Direktur Utama PT Indonesia Re mengatakan, saat ini total ekuitas perusahaan sekitar Rp 2,3 triliun. Dengan meleburnya ReINDO ke dalam tubuh Indonesia Re maka kemungkinan akan ada tambahan modal antara Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar.

Modal tersebut berasal dari sinergi badan usaha milik negara (BUMN). Modal ini akan berkembang seiring dengan portofolio yang akan dikembangkan.

"Hingga akhir tahun, kami memperkirakan modal akan menjadi Rp 3 triliun. Kami akan lihat dulu penggunaanya karena kami juga tidak ingin ada modal menganggur " terang Frans pada acara Grand Launching Indonesia Re, Jumat malam (7/10).

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno. Menurut Rini, persoalan reasuransi selama ini berada di permodalan. Reasuransi dalam negeri dinilai tidak bisa besar karena modalnya kecil. Oleh karena itu, merger dianggap sebagai jawaban atas tantangan ini. Ke depannya, permodalan reasuransi harus selalu ditambah. Pihaknya berharap, dengan dibentuknya holding BUMN reasuransi ini maka akan ada penambahan modal tanpa membebani negara.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×