kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.176
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

OJK buka opsi bisnis reasuransi finansial

Kamis, 16 Maret 2017 / 11:11 WIB

OJK buka opsi bisnis reasuransi finansial

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang bisnis baru bagi industri reasuransi. Reasuradur dimungkinkan menjalankan bisnis reasuransi dukungan modal alias financial reinsurance (FinRe).

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani bilang, peluang ini sejalan keluarnya POJK Nomor 71/2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi yang terbit akhir 2016. Beleid ini memberi pilihan perusahaan asuransi lebih variatif dalam jenis aset non investasi. Diantaranya aset reasuransi dan biaya akuisisi yang ditangguhkan (deffered acquisition cost)

Dia menjelaskan, selain dimanfaatkan perusahaan asuransi, pelonggaran ini pun bisa dijadikan ladang bisnis oleh perusahaan reasuransi. Contohnya, lewat transaksi FinRe antara ceding company dengan reasuradur.

Dia bilang, perusahaan asuransi bisa mengalihkan liabilitas yang dimiliki secara sementara ke perusahaan reasuransi. Di sisi lain, perusahaan reasuransi bisa mendapat pemasukan dari transaksi ini.

Firdaus mengakui, skema ini belum popular di Indonesia sehingga butuh waktu untuk sosialisasi pada asuransi maupun reasuransi. "Namun secara internasional sudah banyak yang menjalankan," kata dia, Selasa (14/3).

Kerjasama ini menjadi obat jangka pendek perusahaan asuransi yang memiliki risk based capital (RBC) mepet batas minimal 120%. Dengan mengalihkan liabilitas kepada perusahaan reasuransi, maka secara temporer rasio solvabilitas membaik.

Namun rencana tersebut terkendala permodalan perusahaan reasuransi, sehingga bila dipaksakan bakal menggerus RBC karena harus melakukan pencadangan cukup besar. Firdaus menegaskan pengalihan liabilitas pada reasuransi bersifat sementara.

Makanya agar tak terjadi penyimpangan, transaksi FinRe harus mendapat restu OJK. "Bisa dimanfaatkan sambil menunggu realisasi suntikan modal baru yang rata-rata butuh waktu enam bulan sampai satu tahun," ungkap Firdaus.

Bagi perusahaan reasuransi, tetap harus memilih bisnis FinRe secara selektif. Jangan asal menerima limpahan liabilitas perusahaan asuransi bila risiko kesehatannya besar.

Direktur PT Maskapai Reasuransi Indonesia Yanto Wibisono mengaku tertarik bisnis FinRe. Sebab ada tambahan pendapatan di luar premi.


Reporter: Tendi Mahadi

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1562 || diagnostic_web = 0.3933

Close [X]
×