KEUANGAN
Berita
Punya sekuritas, BCA geber bisnis investasi

EKSPANSI BCA

Punya sekuritas, BCA geber bisnis investasi


Telah dibaca sebanyak 2450 kali
Punya sekuritas, BCA geber bisnis investasi

JAKARTA. Setelah menyelesaikan akuisisi terhadap perusahaan sekuritas PT Dinamika Usaha Jaya (DUJ), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membidik untuk melakukan kegiatan penjaminan emisi dari para nasabahnya.

"Nasabah kami banyak dari kalangan korporasi," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmaja di Jakarta, Rabu (4/7). Memiliki anak usaha hasil akuisisi akan memudahkan BCA mengembangkan bisnisnya di segmen investment banking. Nasabah yang berencana menggelar hajatan berupa Initial Public Offering (IPO), rilis obligasi atau banking financing tak perlu repot-repot mencari perusahaan lain.

Sayangnya Jahja enggan menyebutkan berapa target penjaminan emisi yang hendak dicapai Dinamika Usaha Jaya di tahun ini. Yang jelas, bank miliki Djarum Group ini tetap akan mempertahankan Dinamika Usaha Jaya untuk bergerak di sektor sekuritas.

BCA juga belum berencana menambah modal DUJ. "Untuk apa mereka ditambah modal, dengan yang sudah ada sekarang sudah cukup," ujar Jahja.

Sebagai catatan saja, perusahaan yang memiliki kode emiten BBCA ini memiliki 75% atau mayoritas saham di Dinamika Usaha Jaya yang dulunya dimiliki oleh PT Poly Kapitalindo. Sedangkan 25% sisanya masih dimiliki oleh pemilik saham lama. Untuk akuisisi itu, BCA menggelontorkan dana segar sebesar Rp 189 miliar.

PT Dinamika Usaha Jaya sendiri merupakan perusahaan sekuritas yang berdiri sejak 1990 lalu. Perusahaan tersebut menangani investment banking, fund management, brokerage, dan research.

Telah dibaca sebanyak 2450 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..