kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Reasuransi sumbang dfefisit transaksi berjalan


Minggu, 09 Oktober 2016 / 23:26 WIB
Reasuransi sumbang dfefisit transaksi berjalan


Reporter: Dina Farisah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tantangan industri reasuransi Tanah Air cukup berat. Jumlah premi reasuransi yang mengalir ke luar negeri sangat fantastis.

Menteri BUMN Rini Soemarno menyayangkan kondisi reasuransi saat ini. Sebab selama bertahun-tahun, reasuransi dalam negeri menyumbang defisit transaksi berjalan. Sejak tahun 2013, aliran premi reasuransi ke luar negeri mencapai Rp 20 triliun per tahun.

Selain menimbulkan beban defisit transaksi berjalan, kondisi ini juga menghilangkan potensi penerimaan pajak negara triliunan rupiah setiap tahunnya. Untuk memperbaiki kondisi ini, pihaknya melebur PT Reasuransi International Indonesia (ReINDO) ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re).

"Kami menggabungkan dua anak usaha reasuransi BUMN. Nantinya, tidak boleh lagi ada BUMN yang mendapat modal negara yang perang harga," terang Rini.

Saat ini, perusahaan BUMN reasuransi Indonesia berada di urutan nomor tujuh di ASEAN. Setelah adanya peleburan ini, Rini berharap Indonesia Re akan menjadi pemimpin reasuransi di tingkat ASEAN. Untuk diketahui, peleburan ReINDO ke dalam Indonesia Re merupakan tahap awal penggabungan reasuransi BUMN. Selanjutnya, Reasuransi Nasional (Nasre) akan ikut bergabung ke dalam Indonesia Re.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×