Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja BCA Syariah moncer tahun lalu. Selain mampu mendorong pertumbuhan profitabilitas di tengah lesunya industri perbankan, bank juga berhasil menumbuhkan total asetnya.
Hingga akhir 2025, total aset BCA Syariah mencapai Rp 19,2 triliun, tumbuh 15% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kalau ditarik mundur, tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) bank sejak 2010 mencapai 22,9%.
Di samping itu, bank juga berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih 15,4% yoy menjadi Rp 212 triliun. Menurut Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum, capaian ini pada dasarnya ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang berkualitas.
Baca Juga: Fintech Easycash Proyeksikan Pembiayaan Meningkat Menjelang Ramadan
Memang, tahun lalu pembiayaan BCA Syariah berhasil tumbuh 23% yoy mencapai Rp 13,2 triliun. Secara komposisi, pembiayaan komersial masih mendominasi sebesar Rp 10,1 triliun atau tumbuh 20,3% yoy, menyusul pembiayaan konsumer sebesar Rp 2,1 triliun atau tumbuh 47,1%, dan pembiayaan UMKM sebesar Rp 946 miliar atau tumbuh 9,6% yoy.
Dari sisi pembiayaan konsumer, pembiayaan pembelian rumah masih menjadi tulang punggung pertumbuhan dengan catatan pertumbuhan sebesar 24,7% yoy menjadi Rp 1,52 triliun. namun, pembiayaan emas menunjukkan kinerja yang tak kalah apik dengan lonjakan nilai 238,2% yoy menjadi Rp 520 miliar. Sementara pembiayaan kendaraan bermotor tumbuh 18,5% yoy menjadi Rp 64 miliar.
Capaian pembiayaan ini membawa pendapatan bank tumbuh subur. Pendapatan margin BCA Syariah naik 10,9% yoy menjadi Rp 763,6 miliar. Tak kalah apik, pendapatan komisi bank melonjak 34,5% yoy menjadi Rp 54,5 miliar.
Penjalanan fungsi intermediasi bank ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang mencukupi, yakni sebesar Rp 15,4 triliun atau tumbuh 17% yoy. Secara komposisi, dana mahal masih mendominasi dengan deposito sebesar Rp 9,2 triliun, tumbuh 11,9% yoy.
Namun begitu, upaya bank mendorong pertumbuhan dana murah nampak berbuah manis. Yang mana, giro bank melonjak 43,2% yoy menjadi Rp 3,6 triliun, dan tabungan berhasil tumbuh 7,9% yoy menjadi Rp 2,7 triliun.
Selanjutnya: Jamkrindo Jamin 577.454 UMKM-K di Jawa Tengah dan Yogyakarta
Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 12-18 Februari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Hair Tonic
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













