kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

2018, Bank Ganesha incar pertumbuhan kredit 15%


Kamis, 14 Desember 2017 / 13:18 WIB
2018, Bank Ganesha incar pertumbuhan kredit 15%


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Ganesha Tbk memproyeksikan pertumbuhan kredit di tahun depan akan lebih baik dari tahun ini. Tahun depan pertumbuhan kredit diperkirakan dapat mencapai 15%.

Dwi Sapto Febriantoko, Direktur Kredit Bank Ganesha mengatakan, untuk tahun depan proyeksi kredit dapat tumbuh 15% year on year (yoy). “Tahun ini pertumbuhan kredit targetnya 11%, masih sesuai dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Dwi saat acara paparan publik Bank Ganesha, Kamis (14/12).

Menurut Dwi, saat ini sektor kredit yang masih menjadi andalan adalah sektor trading dan properti. Itu dikarenakan pihaknya masih mengutamakan kredit dengan jaminan fixed aset. Sektor lain andalan Bank Ganesha adalah manufaktur.

“Kredit produktif sendiri porsinya hampir 80% dari total kredit dan konsumtif sebesar 20%,” ujar Dwi. Dwi menjelaskan, hingga November 2017 bank sudah menyalurkan kredit hingga Rp 2,56 triliun, tumbuh 9,87% yoy dari November 2016 sebesar Rp 2,33 triliun.

Hingga pertengahan Desember sendiri Bank Ganesha sudah memberikan kredit sebesar Rp 2,77 triliun. “Akhir tahun target kredit Rp 2,7 triliun dan sudah tercapai saat ini,” tambah Dwi.

Dwi menjelaskan, non-performing loan (NPL) Bank Ganesha masih cukup baik. Hingga November NPL gross tercatat 1,1% dan Nett 0,5%. Sektor yang menyumbang NPL menurutnya adalah sektor trading karena memang kredit di sektor itu lumayan besar.

“Saat ini sektor yang dihindari adalah pertambangan. Kami akan konsentrasi di sektor trading, industri dan real estate atau perhotelan,” tutup Dwi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×