Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar modal dalam negeri mengalami peningkatan volatilitas imbas Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memperingatkan kemungkinan mengubah klasifikasi pada 2027.
Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 40% secara year to date (ytd).
Mengenai hal itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyampaikan volatilitas pasar modal yang tinggi berpotensi memengaruhi prospek hasil investasi industri hingga akhir 2026.
Baca Juga: OJK: Industri Perbankan Masih Solid di Tengah Isu MSCI
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menerangkan bahwa hal itu dapat menimbulkan tekanan terhadap hasil investasi yang berpotensi makin besar hingga akhir tahun.
Budi bahkan menyebut hasil investasi asuransi umum saja sudah turun 5,6% secara tahunan (YoY), menjadi Rp 3,64 triliun pada semester I-2026.
"Kondisi pasar saham saat ini dapat menambah tantangan terhadap kinerja investasi semester II-2026, khususnya bagi perusahaan dengan eksposur saham yang lebih tinggi," ungkapnya kepada Kontan, Senin (19/10).
Lebih lanjut, Budi mengatakan ada beberapa faktor yang perlu diwaspadai industri asuransi umum hingga akhir 2026.
Dia bilang faktornya adalah volatilitas pasar keuangan, pergerakan suku bunga dan imbal hasil obligasi, tekanan nilai tukar Rupiah.
"Ditambah, arus modal asing, serta perkembangan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia," tuturnya.
Oleh karena itu, Budi bilang strategi investasi industri akan lebih menekankan pengelolaan risiko, diversifikasi, dan kestabilan pendapatan investasi.
Baca Juga: OJK: Industri Perbankan Masih Solid di Tengah Isu MSCI
Dia juga berharap stabilitas pasar keuangan dapat kembali terjaga, sehingga industri tetap mampu memperoleh hasil investasi yang sehat tanpa mengurangi kemampuan memberikan perlindungan kepada pemegang polis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














