kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Ada pandemi, laba Allianz Life masih tumbuh 98,24% yoy di Q1-2020


Kamis, 25 Juni 2020 / 16:36 WIB
ILUSTRASI. Logo Allianz


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Allianz Life Indonesia berhasil membukukan laba di tengah pandemi. Merujuk laporan keuangan konvensional hingga Maret 2020 laba bersih tercatat senilai Rp 449,39 miliar. Nilai itu tumbuh 98,24% year on year (yoy) dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 226,69 miliar.

Kinerja itu ditopang oleh masih melajunya bisnis asuransi selama tiga bulan pertama. Perusahaan mampu menghimpun pendapatan premi senilai Rp 3,64 triliun. Nilai itu tumbuh 41,09 yoy dibandingkan Maret 2019.

Walaupun hasil investasi mengalami kerugian senilai Rp 3,08 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dalam hingga 27,95% dibandingkan awal tahun seiring meluasnya penyebaran Covid-19.

Baca Juga: Allianz bukukan pendapatan premi senilai Rp 3,8 triliun selama kuartal 1

Tekanan pada IHSG juga turun menekan aset investasi Allianz Life. Hingga Maret 2020, aset investasi tercatat Rp 27,21 triliun. Nilai itu turun 8,29% yoy dibandingkan Maret 2019 sebanyak Rp 29,67 triliun.

Adapun klaim dan manfaat yang dibayar hanya naik 3,87% yoy dari Rp 675,98 miliar menjadi Rp 702,11 miliar hingga kuartal pertama 2020. Dari segi kesehatan perusahaan, Allianz mencatatkan Rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) di level 327,63%. Jauh dari syarat minimum 120%.

Country Manager & President Director, Allianz Life Joos Louwerier masih melihat potensi yang besar di Industri asuransi jiwa hingga akhir tahun. Ia menilai asuransi kesehatan semakin berpeluang besar saat krisis kesehatan.




TERBARU

[X]
×