kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AJB Bumiputera menawarkan Mitra Excellent


Selasa, 21 Mei 2013 / 07:33 WIB
ILUSTRASI. Pajak. 


Reporter: Emma Ratna Fury, Mona Tobing | Editor: Roy Franedya

JAKARTA. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 terus menghadirkan produk baru untuk menjawab kebutuhan nasabah. Terbaru, asuransi mutual ini menerbitkan produk asuransi Mitra Excellent.

Produk ini merupakan perpaduan antara tabungan (saving) dan proteksi yang masuk jenis single premium windowment. Produk ini menjanjikan imbal hasil 30% dalam lima tahun dan mengcover asuransi kematian karena kecelakaan dan alami.

Premi produk ini sebesar Rp 50 juta per unit. AJB mengklaim untuk mendapatkan produk ini calon pemegang polis tidak perlu melalui proses underwritting atau pemeriksaan kesehatan. Produk ini ditawarkan mulai Mei - Oktober 2013.

Dari produk ini, AJB mentargetkan bisa mengumpulkan premi Rp 1 triliun. Tahun ini AJB menargetkan premi sebesar Rp 8,4 trililun. Pada tahun lalu, total premi yang berhasil dikumpulkan AJB mencapai Rp 5,5 triliun.

Faizal Karim, Direktur Investasi AJB Bumiputera mengatakan sebagai besar dana nasabah akan ditempatkan di pasar uang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada peserta yang mengklaim polis.

Dalam produk-produk AJB Bumiputera sebelumnya sebesar 8% - 9% dana ditempatkan di pasar uang. "Setelah 5 tahun pemegang polis akan kami berikan pilihan mencairkan atau memperpanjang polis. Jika memperpanjang kami tidak menggaransi imbal hasilnya tetapi dananya tetap dialokasikan di pasar uang," jelas Faizal.

Meski mengembangkan produk berbalut investasi, AJB Bumiputera akan tetap konsisten mengembangkan produk asuransi tradisional. Alasannya, selama ini pasar asuransi yang dikuasai asing mengandalkan unitlink.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×