kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Akan rights issue, ini rencana bisnis BNI dan BTN pada tahun 2022


Senin, 12 Juli 2021 / 13:45 WIB
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di kantor cabang BNI Tangerang Selatan, Selasa (22/6). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/06/2021.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Posisi modal tier 1 setara pieers yakni 18%-19% sebetulnya bisa dicapai BNI dengan mengandalkan pertumbuhan organik. Hanya saja, menurut Novita, itu bakal butuh waktu lama dan baru akan dicapai  pada tahun 2024. Selain itu, perseroan juga tak akan bisa menangkap peluang pertumbuhan yang cepat.

Mengingat rencana penambahan modal ini masih tahap awal, BNI belum menetapkan jadwal rights issue. "Kami pastikan bahwa penambahan modal tersebut dilakukan secara governance dan untuk menunjang  perusahaan terus tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya. 

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Ardiastama menilai, PNM tersebut bertujuan untuk memperkuat leverage kedua bank. Mengingat penambahan modal akan dilakukan lewat rights issue maka dalam jangka pendek pelaku pasar akan fokus pada nilai nominal dan rasio saham yang diterbitkan nantinya.

Menurutnya, detail terkait rights issue akan jadi sentimen pelaku pasar sehingga mempengaruhi pergerakan saham kedua bank. "Namun untuk jangka panjang kami melihat upaya tersebut cukup baik bagi kelangsungan bisnis ke depan," pungkas Okie. 

Selanjutnya: BNI rilis The New BNI Mobile Banking, ada fitur digital loan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×